BERITA UTAMA

PIN Polio Sasar 444.765 Balita Sumbar

1
×

PIN Polio Sasar 444.765 Balita Sumbar

Sebarkan artikel ini
GUBERNUR Sumbar Irwan Prayitno memberikan secara langsung vaksin polio kepada balita, saat pencanangan PIN Polio 2016 serentak, di kantor Bupati Padangpariaman, Selasa (8/3).

PADANGPARIAMAN, METRO–Dirjen Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kemenkes RI, Imran Agus Nurali mewakili Menteri Kesehatan, mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tingkat Provinsi Sumbar, Selasa (8/3) di kantor Bupati Padangpariaman. Untuk Sumbar, PIN polio akan menyasar sekitar 444.765 balita.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Hj Rosnini Savitri mengatakan, di Sumbar tersebar 7.517 pos PIN. PIN yang digelar sejak 8 Maret hinga 15 Maret ini, melibatkan sekitar 6.900 tenaga kesehatan dan didukung 3000 kader se-Sumbar.
“Pokja polio Sumbar telah terbentuk dan langsung bekerja. Kegiatan yang dilakukan pokja meliputi PIN Polio secara serentak,” jelas Rosnini. Diakuinya, sejak jauh hari telah melakukan berbagai persiapan termasuk menyebarkan informasi kegiatan ini.

Dijelaskan, imunisasi polio wajib diberikan kepada bayi umur 0 bulan-59 bulan. Pemberian imunisasi diberikan kepada masyarakat secara gratis oleh pemerintah untuk mencegah penyakit polio pada balita.

“PIN Polio dilakukan untuk menghilangkan kesenjangan kemerataan imunisasi polio di Indonesia, melalui kegiatan serentak, kita targetkan seluruh balita di Sumbar telah mendapatkan imunisasi polio,” ujarnya.

Dikatakan Rosnini MUI Pusat telah menyatakan dukungan untuk kegiatan PIN Polio secara nasional. “Imunisasi wajib diberikan pada anak dan merupakan hak anak. Tidak boleh ada orang tua yang melarang sang anak mendapat vaksin. Bahkan, orang lain pun tidak boleh menghalang-halangi anak diimunisasi,” kata ia menutup pembicaraan.

Baca Juga  Sopir Mengantuk, Mobil Pikap Tabrak Pemotor

“Kepada ibu-ibu yang punya balita untuk dibawah ke pos PIN di daerah masing-masing, ini salah satu upaya kita menyehatkan genereasi yang akan datang,” katanya lagi.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menegaskan, anggapan bahwa imunisasi polio adalah haram ataupun program Yahudi, salah. Kehalalan pemberian imunisasi polio ditengah masyarakat adalah salah, hal tersebut telah dipastikan, karena dukungan MUI atas PIN polio ini.

Gubernur menghimbau seluruh pihak terlibat dalam mensosisasikan PIN polio ini. “Imunisasi wajib diberikan pada anak dan merupakan hak anak. “Kepada ibu-ibu yang punya balita untuk dibawah ke pos PIN di daerah masing-masing, ini salah satu upaya kita menyehatkan genereasi yang akan datang,” kata gubernur.

Dalam kesempatan itu, dilakukan pemberian imunisasi polio secara simbolis kepada 9 balita oleh gubernur Sumbar, wabup Padangpariaman, dan Kemenkes RI.

Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur mendukung program kesehatan nasional, Pemkab Padangpariaman menerapkan program Padangpariaman sehat. Program ini bukan hanya sebatas tagline saja, namun merupakan paradigma baru dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Padangpariaman.

Baca Juga  Minta Situng Dihentikan, BPN Prabowo-Sandi Laporkan KPU ke Bawaslu

Praktiknya, penerapan progran Padangpariaman ini dilakukan dengan peran aktif petugas kesehatan mengunjungi masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan. “Padangpariaman sehat diprogramkan sejak tahun 2015 silam wujudnya dalam. Bentuk sistem jemput bola petugas kesehatan ke rumah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, jadi bukan sekadar tagline, namun realitas,” ujarnya.

Dilanjutkan Suhatri, polio merupakan wabah penyakit yang mematikan hanya dapat dicegah melalui imunisasi polio yang diberikan kepada bayi umur 0 bulan-9 bulan, untuk mencegah, satu satunya cara adalah melalui pemberian imunisasi di Posyanda terdekat.

Sementara itu, Dirjen Kesmas Kemenkes RI, Imran Agus Nurali mengatakan, Indonesia berhasil mendapatkan seritifikat bebas polio pada tahun 2014, namum masih membutuhkan dukungan Indonesia untuk mewujudkan dunia bebas dari polio.

PIN polio ditargetkan mampu menyasar 95 persen bayi wajib PIN polio. Pemberian imunisasi polio sangat penting untuk mencegah terjadinya cacat fisik pada anak. PIN polio dilakukan untuk menghilangkan kesenjangan kantung kantung pos imunisasi polio, karena jarak dan ekonomi.

Tujuan PIN Polio antara lain mengurangi resiko penularan virus polio yang datang dari negara lain, memastikan tingkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit polio cukup tinggi dan memberikan perlindungan secara optimal serta merata pada balita terhadap kemungkinan munculnya kasus polio (efa)