SOLOK, METRO – Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memang butuh perhatian. Selain bantuan permodalan, dalam hal pemasaran para pelaku UMKM juga sangat menentukan perkembangan usaha ekonomi masyarakat tersebut.
Menyadari kendala tersebut, setidaknya peran untuk mendorong pengembangan UMKM, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencoba memberikan solusi. Melalui program pelatihan 10.000 UMKM yang diberikan BRI terhadap para pelaku UMKM di wilayah Solok dan sekitarnya, berbagai peluang untuk mengembangkan UMKM diharapkan dapat mendorong perkembangan usaha ekonomi masyarakat tersebut.
Dari kegiatan pelatihan 10.000 UMKM yang digelar BRI Cabang Solok, Kamis (14/11), terlihat para peserta yang ikut, cukup termotivasi dalam membuka dan memanfaatkan peluang guna mengembangkan usaha mereka. Apalagi, narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan itu, juga berlatarbelakang pelaku UMKM yang terbilang sukses.
Terkait program pelatihan 10.000 UMKM, Kepala BRI Cabang Solok, Gokma Dame Levi EH mengungkapkan, dalam penjalankan usaha, para pelaku UMKM sering menghadapi kendala untuk mengembangkan usaha mereka. Tidak saja persoalan modal, sebetulnya banyak faktor yang dapat mempengaruhi pengembangan usaha masyarakat.
Menyadari hal tersebut, BRI yang cukup banyak membina para pelaku UMKM lanjut Gokma Dame Levi, mencoba memberikan solusi dan mendorong pengembangan UMKM di tengah-tengah masyarakat. Salah satu bentuk kepedulian tersebut, BRI mencoba mendorong pengembangan usaha ekonomi masyarakat melalui program pelatihan 10.000 UMKM.
Melalui program pelatihan 10.000 UMKM ini, Gokma berharap para pelaku UMKM mampu membuka peluang dalam memasarkan produk UMKM yang mereka jalani. Salah satu dengan pemanfaatan kemajuan teknologi.
“Era digitalisasi harus mampu dimanfaatkan oleh para pelaku usaha agar tidak ketinggalan dalam mengembangkan usaha,” ujarnya.
Belakangan ini e-commerce menjadi peluang besar bagi pelaku usaha dalam memasarkan produk mereka. Namun agar produk yang ditawarkan lebih menggugah selera konsumen, tentu perlu inovasi dan pengemasan produk yang menarik.
“Salah satunya melalui program pelatihan 10.000 UMKM yang dilakukan BRI, untuk mendorong para pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital guna memasarkan produk mereka,” tambah Gokma. (vko)





