PAYAKUMBUH, METRO –Teriakan minta tolong dan histeris tak henti-hanti keluar dari mulut Efi (40). Ibu rumah tangga ini nampak lelah dan putus asa melihat rumah gadang Dt. Penghulu Rajo Nan Data yang dihuni bersama anak-anaknya itu dijilati api. Ada dua anaknya tertinggal di dalam kamar. Masih tertidur.
Ibu ini terus menangis dan berkali-kali pingsan, melihat kobaran api terus menjilati rumah gadang. Sementara, tak satu pun yang bisa berbuat menyelamatkan dua anaknya, Caca (10) dan Refli (7) di dalam. Kedua anaknya tersebut diketahui tertidur pulas di dalam kamar paling ujung rumah gadang.
Kebakaran di Kelurahan Parit Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Rabu (2/3) sekitar pukul 04.45 subuh itu, membuat warga terkejut dan panik. Karena api memang sangat besar. Apalagi mengetahui ada dua anak yang masih berada di dalam kamar.
Pengakuan Efi, saat mengetahui api menjalari dinding rumah, mencoba keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar. Karena panik, si ibu tidak menyadari jika Caca dan Rafli masih tertidur nyenyak dalam kamar.
Namun, ketika teringat jika Caca dan Rafli masih berada di kamar, Efi berniat menyelamatkan sang buah hati. Akan tetapi, api ternyata sudah membesar dan menjalar kemana-mana. Beruntung anak sulungnya Kiki (13), berhasil selamat setelah melompat dari salah satu jendela rumah gadang dengan ketinggian sekitar 4 meter.
Kiki, saat sampai di bawah hanya melihat ibunya Efi, namun tidak nampak dua adiknya Caca dan Rafli. Niat Kiki juga ingin menyelamatkan dua adik tercintanya, akhirnya juga kandas karena api sudah besar.
Sedangkan bapak Kiki, Caca dan Rafli sedang berada di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota untuk bekerja menjadi tukang rumah. Sehingga Doni (45), hanya menerima kabar duka itu dari handphone.
”Memang dua anak kami tidak terselamatkan karena kobaran api cepat membesar. Sementara orangtunya Efi kebetulan tidak satu kamar dengan dua anaknya itu, sehingga Caca dan Rafli ketika api membesar masih tertidur,” ungkap Jentral, anak keponakan kaum Dt. Penghulu Rajo Nan Data, di lokasi kejadian.
Kuat dugaan api yang menghanguskan rumah gadang dan dua bocah, takni Caca (siswi kelas III SDN 28 Parit Rantang), dan adiknya Rafli (murid kelas I SD), berasal dari korsleting listrik kabel TV. Diduga karena terlalu panas, sehingga membuat percikan api dan menyebabkan kebakaran.
Api berhasil dijinakkan saat masyarakat dan tim Damkar Payakumbuh dibantu Damkar Kabupaten Limapuluh Kota, Bukittinggi, Agam dan Padangpanjang berjibaku hampir satu jam saat kejadian.
”Kebakaran rumah gadang ikut menewaskan dua anak dari Doni dan Efi. Sementara, satu anaknya berhasil selamat,” jelas Kapolsekta Payakumbuh AKP Russirwan, Rabu (2/3).
Untuk proses penyelidikan, lokasi kebakaran sudah dipasang police line. Penyidik juga meminta keterangan pemilik rumah dan kesaksian warga.
Tidak hanya satu unit rumah gadang milik kaum Dt Penghulu Rajo Nan Data hangus terbakar, tetapi rumah semi permanen yang berada di belakang rumah gadang ikut terbakar.
Rumah milik Medi Hanafi (45) tersebut juga dijilati si jago merah. “Dua kamar di lantai atas, 3 kamar di lantai bawah hangus semua. Api sangat besar ditambah angin bertiup kencang sehingga menjilati separuh rumah saya,” jelas Medi Hanafi. Beruntung isteri Hanafi, yang tidur di kamar bagian bawah cepat terbangun ketika mendengar suara teriakan dari luar rumah. (us)





