BERITA UTAMA

Perempuan Tua Dilarikan Si Bunian?

0
×

Perempuan Tua Dilarikan Si Bunian?

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Hari sudah berganti senja dan malam. Salmiati (40) terlihat sudah sangat resah, sebab ibunya, Bainar (65) tidak kembali ke rumah sejak Senin (29/1) sore. Dicari sekeliling rumahnya di Sungai Lareh, Kelurahan Lubukminturun, Kecamatan Kototangah, bahkan sudah melibatkan tim SAR, pencarian masih saja nihil hingga Selasa (1/3).

Menurut cerita warga sekitar, mungkin Bainar dilarikan orang bunian. Karena, dalam jangka waktu 17 tahun, sudah tiga orang yang hilang secara misterius di tempat itu. Sebelumnya, anak Bainar yang paling bungsu bernama Thamrin dan saat itu berusia 15 tahun menghilang di lokasi yang hampir berdekatan. Kemudian, pada tahun 2013, pria berumur 45 tahun bernama Jahar juga menghilang di sungai kecil di dekat lokasi.

Salmiati menuturkan, hilangnya sang ibu bermula dari laporan warga sekitar, Senin sore. Saat itu tengah hujan gerimis. Dia menyebut, terakhir bertemu dengan sang ibu, Senin pagi. Kala itu, Bainar terlihat berjalan ke arah mudiak (atas) jalan dan sempat tertidur di pohon durian di pinggir jalan raya Sungai Lareh tersebut.

Amak biasonyo jarang kalua rumah, bajalan se baliau alah payah. Tapi, patang memang urang di ateh mangecek pernah nampak amak takalok di bawah batang durian,” ucap Salmiati saat dijumpai POSMETRO, kemarin.

Mendengar kabar tersebut, Salmiati langsung mencari sang ibu bersama anggota keluarganya yang lain hingga ke Bukit Batu Tagak, yang disebut warga sekitar dengan bukit mistis. Namun, pencarian mereka nihil, jangankan pakaian, jejak kakinya saja tidak terlihat. ”Akhirnya, malamnya kami langsung melapor kepada petugas Basarnas Kota Padang untuk ikut melakukan pencarian,” papar Salmiati.

Lagi-lagi, pencarian yang dilakukan dengan menyisiri bukit hingga ke air terjun ngungun saok tidak membuahkan hasil. ”Saya berharap amak bisa ketemu lagi, pulang lah mak,” ucap Salmiati.

Sementara, Kasi Operasional Basarnas Padang Asnedi melalui Komandan Regu, Rayes Sarma mengatakan, pencarian yang dilakukan terhadap Bainar berdasarkan laporan masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya pada Senin malam. Enam orang personel Basarnas ini langsung meluncur ke lokasi dengan melakukan penyisiran di Bukit Batu Tagak.

”Kami sudah mencari di sekeliling bukit, tapi tetap saja tidak ditemukan tubuh mak Bainar. Namun, kita terus berusaha melakukan pencarian, mana tahu korban ini tersesat,” kata Rayes kemarin.

Kapolsek Kototangah Kompol Jon Hendri melalui Kanit Intel Iptu Harmon, membenarkan tentang orang hilang tersebut. Namun, berdasarkan laporan dari Babinkamtibmas Bripka Irman Koto, pihak keluarga korban tersebut akan membuat laporan orang hilang di Polsek. Sejauh ini, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah Bainar ini dilarikan orang atau hilang secara gaib.

”Kami sudah melakukan penyelidikan di lokasi dan menanyai beberapa orang warga dan keluarga korban. Kita belum menemukan penyebab hilangnya korban ini,” tutur Irman.
Diduga Dilarikan Bunian   

Terpisah, Neli Aida, warga sekitar menduga kalau Bainar ini dilarikan si bunian. Disebutnya, korban ini adalah orang ketiga yang hilang secara misterius di kawasan tersebut. Wanita yang juga anggota siaga bencana Kelurahan Lubukminturun ini menyebut, warga sekitar memang agak takut, sebab seringnya orang hilang secara misterius di kawasan itu.

”Kemarin, pernah ada orang pintar yang ingin mencari, katanya kalau mau orang yang hilang itu kembali, harus ada tumbal yang diberikan kepada lele putih yang ada dalam sumur, tepat di lereng Bukit Batu Tagak. Tapi, zaman sekarang banyak yang tidak percaya,” paparnya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, warga bersama sejumlah anggota Basarnas masih terus melakukan pencarian. “Mudah-mudahan mak Bainar ini cepat ditemukan, kita semua berdoa untuk itu,” paparnya.
Ada Sosok Pria Besar Berbaju Kemeja

Di tempat lain, Yenti (40), salah satu warga yang tinggal tepat di lereng Bukit Batu Tagak tersebut juga menuturkan kerap melihat sosok pria besar dengan setelan kemeja layaknya orang selesai nikah. Sosok tersebut selalu terlihat pada malam hari dan kerap berdiri di pinggir jalan, bahkan masuk hingga ke rumah.

“Sehari sebelum mak Bainar ini hilang, saya sempat melihat sosok tersebut berdiri di kedai yang tengah saya bangun. Sosok itu hanya diam berdiri dan setelah itu hilang,” ucapnya.

Tapi, Yenti sendiri tidak mau menyimpulkan terlalu cepat kalau hilangnya mak Bainar ini karena mistis. Dia berharap, petugas dari Basarnas yang melakukan pencarian bisa menemukan korban secepatnya. “Sebenarnya kami di sini juga sedikit ketakutan pak, tapi kami harap amak bisa ditemukan,” tutur Yenti yang masih ada hubungan keluarga dengan korban. (age)