METRO SUMBAR

Di Balik Pelaksanaan TdS Tahun 2019, Promosikan Wisata ke Dunia Internasional

0
×

Di Balik Pelaksanaan TdS Tahun 2019, Promosikan Wisata ke Dunia Internasional

Sebarkan artikel ini

Kota Pariaman – Pembalap luar negeri keliling Kota Tabuik. Mereka para pembalap tersebut merasa puas berada di Kota Pariaman. Kenapa tidak, mereka kagumi keindahan Pantai Gandoriah Kota Pariaman.  Kondisi demikian menandakan iven Tour De Singkarak (TdS) 2019 di Pariaman memikat hati para pembalap. Baik luar negeri dan dalam negeri karena melihat keindahan Pantai Gandoriah Kota Pariaman.
Pelaksanaan TdS yang telah dimulai, Sabtu kemarin dalam Kota Pariaman berjalan sukses, mulai dari grand opening sampai pelaksanaan grand start TdS tahun 2019.
“Para pembalap mengelilingi Kota Pariaman, khususnya kawasan pesisir pantai Kota Pariaman. Ribuan pasang mata masyarakat Kota Pariaman teruju kepada para pembalap kelas dunia tersebut. Apalagi para pembalap datang dari berbagai negara di dunia ini,” kata Walikota Pariaman H Genius Umar, kemarin.
Genius Umar berharap penyelenggaaraan TdS di Kota Pariaman ini, memberikan dampak terhadap tingkat kunjungan, baik hotel maupun wisatawan mancanegara, selain dampak perekonomian yang didapat para pedagang dan pelaku UKM di Kota Pariaman.
TdS Dimulai dengan rute Loop ini, agar peserta balap sepeda, bisa menikmati keindahan alam yang ada di Kota Pariaman.
“Dengan melihat langsung panorama keindahan pantai di sepanjang pantai pariaman, kita berharap, para peserta dapat enjoy dan bisa menikmati suasana ini, untuk dibawa sebagai kenang-kenangan ketika mereka balik ke negaranya masing-masing,” ujarnya.
Para pembalap mulai gowes, dengan dilepas oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit didampingi Wako Pariaman Genius Umar dengan mengangkat bendera start. Hadir Wawako Pariaman Mardison Mahyuddin bersama jajaran Forkopimda Provinsi Sumbar dan Kota Pariaman, serta tamu undangan yang hadir.
Pada Etape I, atau Etape perdana kejuaraan balap sepeda internasional ini, akan bersepeda di jalan raya sejauh 107,3 KM yang diawali dengan start dari Pantai Gandoriah, Kota Pariaman dan finish menuju Istana Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar.
TdS 2019 pada Etape I kali ini, di ikuti sebanyak 98 pembalap dari 18 Negara yang tergabung dalam 18 tim. Sebelum masuk etape 1, para pebalap mengikuti rute loop TdS, yaitu berkeliling Kota Pariaman.
Rute Loop dimulai start di Pantai Gandoriah, lanjut Hotel Nan Tongga – Simpang Ahmadin Kampung Pondok – Simpang Tabuik – Simpang Sianik – Simpang Alai Gelombang – Simpang LLAJ – Simpang Taratak – Simpang Kampung Baru – Simpang Kampung Kaliang – Jalan Syech Burhanuddin menuju Jembatan Sunur – Muaro Sunur – Pantai Sunur – Pantai Kata – dan kembali lagi melewati Pantai Gandoriah.
Selanjutnya, para pebalap tersebut masuk etape 1, menuju Kabupaten Tanah Datar. Dengan rute, Pantai Gandoriah – Simpang Amadin Kampung Pondok – Simpang Tabuik – Simpang Sianik – Simpang Alai Gelombang – Simpang LLAJ – Simpang Lapai – Simpang Jaguang – Simpang Basoka Kurai Taji – Batas Kota Jembatan Kurai Taji – Simpang Asoy – Pasar Lubuk Alung – Sicincin – Kayu Tanam – Lembah Anai -Kantor Walikota Padang Panjang – Jl. Raya Padang Panjang – Batusangkar – Pasar Simabur, dan finis di Istana Basa Pagaruyung (Tanah Datar).
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman Lia lestari menyatakan, Kota Pariaman menjadi tuan rumah pada event internasional Tour De Singkarak (TDS) tahun 2019. Acara yang dipusatkan di Pantai Gandoriah ini dikemas semeriah mungkin. Grand Star yang dijadwalkan mulai pukul 08.00 Wib dimulai dengan sarapan bersama didepan panggung utama Pantai Gandiriah Kota Pariaman.
“Acara ini memang kita awali dengan sarapan bersama sambil menikmati berbagai hiburan dan tarian dari Kota Pariaman yang disuguhkan Pemko Pariaman, mulai dari tamu undangan, official dan para atlit TDS 2019. Konsep sarapan kita akan sesuaikan dengan menu standar para atlit TDS karena para atlit memang tidak bisa mengkonsumsi menu yang berat, “ ungkapnya.
Kondisi demikian dilakukan katanya, karena pemerintah sedang gencar melakukan promos daerah untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Pariaman. Makanan yang menjadi ciri khas Kota Pariaman sengaja dihidangkan untuk menjadi sarapan para tamu, atlit dan official sehingga tamu undangan baik dari dalam maupun luar negeri bisa mencicipi kuliner khas Kota Pariaman.
“Sebelum menghidangkan kuliner khas ini, kami melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada panitia penyelenggara TDS 2019 ini dan alhamdulillah mereka menyambut baik ide tersebut sehingga hari ini kita bisa menghidangkan makanan tersebut,” ujarnya.
Makanan seperti lontong gulai, sala bulek, lapek, bubur kacang hijau dan lopis menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan. Rendangpun menjadi makanan favorit saat gala dinner yang dilakukan pemerintah Kota Pariaman sebelum grand opening TSD 2019.
“Khusus bagi para atlit karena mereka berasal dari berbagai negara, kita menyiapkan menu standar atlit seperti roti, spaghetti dan minuman – minuman seperti aneka jus dan susu. Namun seperti yang dilihat para atlit sangat antusias menikmati makanan khas kita bahkan mereka merasa senang dengan apa yang kita suguhkan,” tambahnya.
Ia berharap dengan adanya kegiatan skala besar seperti ini, kita tetap selalu mengenalkan makanan khas Kota Pariaman yang menjadi daya tarik pengunjung untuk mencicipi makanan tersebut sehingga banyak orang dari daerah lain menjadi penasaran dan akhirnya datang ke Kota Pariaman
Untuk pertama kalinya Kota Pariaman menjadi Grand Start Tour De Singkarak Etape I dalam acara bertaraf Internasional Tour De Singkarak 2019 yang mengambil tema “Connecting Sumatra.
Sebanyak 98 pembalap yang ikut TDS dari 20 Negara yang tergabung dalam 18 Tim dari 20 Tim yang di umumkan sebelumnya, diwajibkan untuk membubuhkan tanda tangan di Sign On Board Tour De Singkarak 2019 yang sudah dipersiapkan oleh Panita.
Semua atlet-atlet yang mengikuti event ini akan dikenakan punish man atau sanksi yang diberikan atas aturan yang telah ditetapkan oleh United Cycling Internasional ( UCI ), jika mereka tidak melakukan penanda tanganan di Sign On Board  TdS. Penandatanganan di Sign On Board merupakan absen atau tanda hadir bagi mereka para atlet yang bertanding di tiap etape. Setiap etape yang mereka lalui mereka harus selalu melakukan pembubuhan tanda tangan  ini, karena tidak semua atlet yang terkadang lanjut di etape berikutnya. (Efanurza)