PADANG, METRO – Sempat terekam kamera CCTV ketika beraksi, pelaku begal sadis bersenjata tajam yang tidak segan-segan melukai korbanya jika melawan, diringkus Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Lubuk Kilangan di Jalan Ulu Gadut depan Hall One, Senin (4/11) sekitar pukul 23.00 WIB. Saking “bagaknya” ketika ditangkap pemuda berbadan ceking itu sempat melawan kepada Polisi dan berusaha melarikan diri.
Namun, petugas yang tak mau kalah dengan begal sadis bernama Vengki Ardo (22), langsung mengeluarkan pistol dan meletuskannya ke udara. Mendengar suara letusan itu, nyali pelaku begal itu pun langsung ciut dan memilih duduk di aspal menyerahkan diri kepada petugas. Setelah itu, pelaku diborgol dan digiring ke Mapolsek Lubuk Kilangan untuk pengembangan kasus.
Informasi yang dihimpun, ditangkapnya pelaku berawal dari adanya laporan seorang warga yang menjadi korban begal di wilayah hukum Polsek Lubuk Kilangan. Dalam laporannya, korban dilukai oleh pelaku dan sepeda motornya dirampas oleh pelaku ketika mengendarai sepeda motor seorang diri. Setelah merampas sepeda motor korban, pelaku kemudian kabur dari lokasi kejadian.
Dari laporan itulah, petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan saksi-saksi dan mencari petunjuk untuk mengungkap identitas pelaku begal. Dari hasil penelusuran, petugas mendapatkan rekaman CCTV, dan ternyata yang melakukan begal itu merupakan pelaku Vengki Ardo. Petugas kemudian berusaha melacak keberadaan pelaku hingga ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).
Empat bulan melakukan perburuan, kebetulan petugas yang sedang berpatroli menggunakan mobil di kawasan Lubukkilangan, melihat pelaku sedang duduk-duduk bersama temanya. Saat itu juga, petugas menghentikan mobil dan langsung menghampiri pelaku untuk menangkapnya. Melihat petugas berjalan ke arahnya, pelaku pun mencoba kabur dan bahkan ketika hendak ditangkap sempat melakukan perlawanan hingga petugas terpaksa memberikan tembakan peringatan.
Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Zulkafde mengatakan, untuk menangkap pelaku, pihaknya terpaksa memberikan tembakan peringatan dan syukurnya peringatan itu membuat pelaku menyerah. Pelaku begal tersebut sudah empat bulan dicari-cari dan sudah masuk DPO. Dari pemeriksaan sementara, pelaku sudah tiga kali melakukan aksinya.
“Pelaku melakukan aksinya selalu membawa senjata tajam untuk menakuti korbannya. Tetapi, ketika korban menolak memberikan sepeda motornya, pelaku juga akan melukai korbannya menggunakan senjata tajam. Aksinya itulah yang kita lihat dalam rekaman CCTV di lokasi kejadian,” kata Kompol Zulkafde.
Terkait adanya komplotan, Kompol Zulkafde menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikannya. Pasalnya pihaknya masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan kasus. Sementara, sepeda motor korban yang dirampas, hingga saat ini masih dilacak keberadannta, karena pelaku mengakui sudah menjual sepeda motor tersebut.
“Kita mengamankan bukti pakaian dan senjata tajam yang digunakan untuk melakukan begal. Pelaku selalu beraksi di malam hari dan di tempat sepi dengan sasaran orang yang mengendarai sepeda motor seorang diri. Aksi pelaku ini sempat membuat masyarakat resah,” pungkasnya. (r)





