SIJUNJUNG, METRO – Berbagai macam makanan khas kuliner daerah asli Kabupaten Sijunjung dihadirkan di pasar kuliner yang digelar setiap minggunya di jalan Pasar Inpres, Muaro Sijunjung. Tak ayal, pasar kuliner yang sengaja digelar setiap hari Senin oleh Dinas Pangan dan Perikanan itupun berhasil menarik perhatian masyarakat dan ASN di lingkungan Pemkab Sijunjung untuk sekadar mampir dan sarapan pagi.
Selain menjadikan perputaran ekonomi bagi masyarakat yang berdagang, kehadiran pasar kuliner memberikan sensasi yang baru di wajah ibukota kabupaten disetiap Senin pagi, serta sebagai ajang untuk menjajakan berbagai makanan yang unik dan khas yang tidak dijumpai di hari biasanya.
Seperti halnya rendang belalang, makanan yang berasal dari olahan belalang yang ditangkap langsung dari persawahan warga itu menjadi salah satu kuliner yang menarik perhatian pengunjung di pasar kuliner.
Pedagang Yarlis Mayati (65). warga Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung merupakan salah satu yang menjual kuliner rendang belalang semenjak pasar kuliner pertama kali diresmikan. “Alhamdulillah, peminatnya cukup banyak. Saya tiap minggu menjual ini, semenjak adanya pasar kuliner ini,” tutur perempuan paruh baya itu, Senin (4/11).
Selain menjual rendang belalang, dirinya juga menyediakan rendang daun singkong (pucuk ubi) yang telah dikemas didalam kantong plastik. Biasanya, kuliner rendang belalang dan rendang pucuk ubi dinikmati sebagai lauk untuk memakan nasi. “Harganya cuma Rp6000 per bungkus. Bisa dimakan langsung, namun lebih cendrung orang menikmatinya bersama nasi sebagai lauk,” ujarnya.
Bedasarkan pantauan di lapangan, kehadiran pasar kuliner memang memberikan sensasi yang berbeda, serta membuka peluang bagi perputaran ekonomi masyarakat dengan mengembangkan berbagai macam makanan khas daerah dan memberikan dampak positif.
Namun, di sisi lain kehadiran pasar kuliner umumnya hanya dikunjungi oleh ASN yang berdinas dilingkungan pemkab saja. Hanya sedikit pengunjung yang merupakan dari masyarakat biasa. Disamping itu, keberadaan pasar kuliner yang digelar setiap Senin pagi setelah apel ASN memang menarik perhatian, hanya saja dikhawatirkan kunjungan pada jam kerja tersebut dapat mengganggu aktivitas pelayanan publik disaat jam kerja. Melainkan tidak pada jam istirahat. (ndo)





