METRO PADANG

Dewan Minta Pemko Fokus Kurangi Angka Kemiskinan

0
×

Dewan Minta Pemko Fokus Kurangi Angka Kemiskinan

Sebarkan artikel ini

SAWAHAN, METRO – Tingginya angka kemiskinan di Sumbar khususnya di Kota Padang, meresahkan sejumlah Anggota DPRD Kota Padang. Para wakil rakyat ini mendesak Pemko Padang agar fokus mengurangi angka kemiskinan di Kota Bingkuang. Apalagi, angka kemiskinan itu masih tinggi seiring dengan lambatnya pembangunan di daerah itu.
”Angka kemiskinan di Sumbar masih menjadi masalah di Padang disamping masalah kesehatan,” kata Anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial, beberapa waktu lalu.
Selai itu, tutur Politikus Partai Gerindra ini, lambatnya pembangunan infrastruktur di daerah ini menjadi permasalahan lain. Tantangan lain, menurut Budi, akses terhadap jalan dengan kondisi yang baik agar ada efisien anggaran. Apalagi layanan kesehatan bagi warga kota.
”Dalam ekonomi kreatif perlu informasi yang terbuka pada pelayanan masyarakat. Jadi anggaran harus transparan agar kesejahteraan rakyat bisa terwujud, selaras dengan visi dan misi Walikota Padang,” tukas wakil rakyat dari Komisi I membidangi Pemerintahan itu.
Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi II membidangi Perekonomian dan Keuangan, Surya Jufri Bitel. Dia menuturkan, hal yang perlu diperhatikan yaitu soal penurunan tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan. Dengan demikian, tingkat kemiskinan bisa ditekan hingga di bawah 10 persen.
Untuk penurunan tingkat kedalaman dan keparahan ini, menurut Pilitikus Partai Demokrat ini, bisa dilakukan dengan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat miskin dengan tepat sasaran. Salah satu contohnya yaitu, dengan menyalurkan rastra ecara lebih tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.
“Untuk mengangkat mereka ke atas, disitu harus memperbaiki kedalaman dan keparahan itu. Caranya adalah, bantuan sosialnya harus benar-benar tepat sasaran,” ujar pria yang akrab disapa Bitel itu.
Karena sejauh ini, Bitel melihat di lapangan masih ada yang tidak tepat sasaran, tidak tepat jumlah, tidak tepat waktu. Menurut Bitel lagi, jika tahun ini makin diperbaiki, maka upaya menurunkan 10 persen menjadi lebih mungkin.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang,angka kemiskinan di Sumbar masih tinggi. Penduduk yang disebut miskin mencapai 348.220 orang per Maret 2019 atau sekitar 6,42 persen dari total jumlah penduduk keseluruhan.
Akan tetapi sebetulnya terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 5.001 orang per Maret 2019, dari periode sensus sebelumnya September 2018 sebesar 353.221 orang. Ada penurunan sebanyak 5.001 orang, atau 6,42 persen penduduk Sumbar masuk kategori miskin.
Angka ini masih di bawah rerata angka nasional yang jumlah penduduk miskin mencapai 9,41 persen dari total populasi. Penduduk miskin Sumbar itu tersebar sebanyak 226.000 di wilayah perdesaan dan sebanyak 122.000 orang tinggal daerah perkotaan. (mil)