LIMAPULUH KOTA, METRO – Direktur PDAM Tirta Dharma Kabupaten Limapuluh Kota, Zul Badri, terus memperluas cakupan jumlah sambungan air bersih kerumah-rumah masyarakat di Limapuluh Kota. Untuk tahun 2019 ini melalui hibah air minum perkotaan dari kementerian PUPR PDAM Limapuluh kota mendapat 9 Miliar untuk 3.152 sambungan.
Pada tahun 2020 mendatang Zul Badri menargetkan sedikitnya 1500 sambungan. Mengingat hibah air minum perkotaan dari kementerian PUPR ada sekitar 1,9 miliar lagi untuk 650 sambungan Rumah. Dimana saat ini sambungan Rumah PDAM Limapuluh Kota sudah mencapai 12.000.
“Insyaa Allah kita targetkan menambah 1500 sambungan rumah lagi pada tahun 2020. Alhamdulillah untuk tahun 2019 ini kita sudah menerima hibah air minum perkotan dari Kementerian PUPR senilai 9 miliar untuk 3.152 sambungan rumah. Pada tahun 2020 juga masih ada hibah air minum perkotaan dari Kementerian PUPR senilai 1,9 miliar untuk 650 sambungan Rumah,” sebut Zul Badri, akhir pekan kekarin kepada Wartawan.
Saat ini sebutnya, PDAM sudah selesai memasang jariangan dan sambungan rumah dari hibah air minum perkotaan kementerian PUPR 2019 untuk keluarga berpenghasilan rendah dikecamatan Harau, Situjuah Limo Nagari, Suliki dan Kapur IX. Untuk tahun 2020 juga akan dipasang di Kecamatan Harau, Situjauh Limo Nagari, Suliki, Pangkalan dan Kapur IX.
“Dengan sudah terpasangnya sambungan rumah dari program hibah air minum perkotaan dari kementerian PUPR untuk keluarga berpenghasilan rendah, maka jumlah sambungan kita sudah mencapai 15 ribu lebih kurang. Kita juga akan terus membenahi layanan dan kualitas air bersih untuk masyarakat, karena kita saat ini masih banyak PR,” sebut mantan Kabag Perekonomian Pemkab Limapuluh Kota ini.
Dikatakannya, jumlah sambungan yang paling banyak didaerah Tanjung Pati, kawasan Ibukota Kabupaten Limapuluh Kota. Dan untuk daerah Luhak dan Halaban memang sama sekali tidak ada sambungan. Namun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat tidak hanya PDAM tetapi ada dari Pamsimas, dan Nagari.
“Jadi kita sudah ada hampir disemua Kecamatan, yang belum di Luak dan Halaban, karena memang kita masih mengandalkan Sungai sebagai sumber air bersih. Tetapi untuk kebutuhan air bersih masyarakat tidak hanya PDAM, tetapi ada Pamsimas dan ada yang dikelola pihak Nagari,” tutur Zul Badri.
Camat Harau Andri Yasmen, menyebut ada Lima Nagari yang termasuk dalam ibukota kabupaten, nagari Sarilamak, Tarantang, Gurun, Lubuak Batingkok dan Pilubang. Dan sambungan air PDAM yang belum di Pilubang sebahagian besar belum, kemudian di Jorong Bulu Kasok Nagari Sarilamak dan Jorong Koto Panjariangan.
“Dikawasan IKK umumnya sudah dialiri air PDAM, hanya dibeberapa jorong lagi yang belum seperti Nagari Pilubang umumnya belum, kemudian Jorong Bulu Kasok, dan Jorong Panjariangan. Dan sebagai IKK harus tersedia air bersih kemudian kawasan publik, sarana ibadah, kawasan pendidikan, pusat pelayanan publik, drainase, TPA, Rumah Sakit dan TPU,” sebut Andri Yasmen.
Saat ini sebut Camat yang berhasil mengantarkan Nagari Taram sebagai Nagari terbaik Nasional ini, Pemerintah daerah sedang melakukan pembahasan terkait perubahan perda RTRW dan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang. Tentu, sebut Camat, dengan adanya RTDR maka akan ada kawasan RTH dan lainnya sesuai RTRW. (us)





