SIJUNJUNG, METRO–Staf pegawai Bagian Hukum di kantor Bupati Sijunjung tapakiak setelah dua unit laptop dan tablet hilang di dalam ruangan, saat jam istirahat siang, Rabu (24/2). Keadaan ruangan di saat itu kosong dan pintu terbuka, ditambah suasana sekitar kantor dalam keadaan sepi, dikarenakan pada saat itu merupakan jam istirahat.
Pegawai mulai menyadari kejadian setelah kembali ke ruangan dan tidak lagi menemukan laptop yang sebelumnya terletak di atas meja. Terlihat tas milik salah seorang pegawai dalam keadaan terbuka, setelah diperiksa ternyata laptop dan tablet yang ada di dalam tas juga raib dibawa maling.
Kejadian di siang bolong, di ruangan Bagian Hukum Setdakab Sijunjung yang berada di kompleks kantor bupati tersebut mengakibatkan dua unit laptop inventaris milik Bagian Hukum dan Pc tablet milik salah seorang staf pegawai hilang.
Kejadian ini menggegerkan para pegawai dan PNS. Pencuri beraksi di kantor Bagian Hukum yang terletak di bagian paling ujung samping kantor bupati Sijunjung.
Keterangan salah seorang staf pegawai di Bagian Humas, Dawen (30), ia melihat melihat seseorang tidak dikenal yang keluar dari ruangan Bagian Hukum. “Dia sempat menyapa saya. Tapi, karena saya buru-buru dan tidak merasa curiga, saya tak menghiraukan. Saya mulai menyadari disaat pegawai di Bagian Hukum mengatakan kalau laptop dan tablet di ruangan sudah hilang,” tutur Dawen.
Kepala Bagian Hukum Wandri Fahrizal menuturkan, ia baru mengetahui kantor dimasuki maling usai istirahat siang. Pelaku diduga sempat membuka-buka tas milik salah seorang pegawai yang terletak di bawah meja.
”Setelah menyadari ada pencurian, salah seorang pegawai melaporkan ke anggota Sat Pol-PP yang bertugas di pos penjagaan. Kejadian ini sudah kita laporkan ke pihak kepolisian untuk pengusutan lebih lanjut, rekaman CCTV dan pengambilan sidik jari sudah dilakukan. Diperkirakan kerugian yang dialami Pemkab Sijunjung berkisar Rp15 juta,” ungkapnya.
Hasil pemeriksan aparat di lokasi, untuk menjalankan aksinya, orang tak dikenal yang diduga pelaku sengaja menggunakan pakaian yang sama dengan pegawai. Dari sistem keamanan, kamera CCTV hanya terletak di bagian luar ruangan dan mengarah ke tempat parkir. Sedangkan untuk pengawasan CCTV di dalam ruangan dan di bagian paviliun tidak ada.
Selain kasus pencurian Rabu siang, beberapa waktu sebelumnya kasus pencurian juga terjadi di kantor DPRD Sijunjung. Pelaku memecahkan kaca mobil dinas anggota dewan dan mengambil tas dalam mobil. (cr1)





