SAWAHLUNTO, METRO–Berniat ingin periksa kesehatan di RSUD Sawahlunto, dompet dan handphone milik Nurman (63), warga Sungai Jambak, Kecamatan Lubuk Sarai, Kabupaten Solok, lenyap. Pria paruh baya ini menjadi korban hipnotis dua pria yang berpura-pura mengenalnya, saat berada di sekitaran rumah sakit.
Pengakuan korban di Mapolsek Sawahlunto, Rabu (24/2) siang, sekitar pukul 11.25 WIB, ia keluar dari rumah sakit, sembari menunggu nomor antreannya yang cukup panjang. Saat itu, Nurman ingin mengecek kesehatan rutin RSUD.
”Karena jenuh terlalu lama menunggu, saya memutuskan keluar mencari kedai. Setiba di parkiran, tiba-tiba saya disalami dua pria asing,” kata Nurman.
Perkenalan pun terjalin. Saat asik bercengkerama dan mulai saling kenal satu sama lain, pelaku mengajak Nurman menuju mobil Avanza berwarna hitam. Entah kenapa, korban ikut saja masuk ke dalam mobil tersebut.
Di mobil, percakapan semakin akrab. Setelah lama berbicara, korban merasa harus membuang sesuatu ke kamar kecil dan dia meminta izin pada pelaku.
”Saat pelaku mengetahui niat korban mau ke toilet ini, pelaku meminta korban untuk meninggalkan dompet yang berisi uang tunai senilai Rp1,7 juta dan HP. Korban turun dari mobil dan menuju toilet rumah sakit,” ungkap Kapolsek Sawahlunto Iptu Gusriadi.
Setelah selesai dari kamar mandi, korban kembali mobil di parkiran. Pria ini kagetsaat melihat Avanza sudah tak ada lagi di parkiran. “Sekitar pukul 12.10 WIB, korban datang melapor. Kasus ini sedang ditindaklanjuti. Keterangan korban diperlukan untuk mengetahui ciri-ciri pelaku. Selain itu, rekaman CCTV di rumah sakit juga diperlukan,” ujarnya. Kapolsek meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati, karena pelaku kejahatan selalu ada dimana saja, dan beraksi ketika ada kesempatan. (cr5)





