SAMUDERA, METRO – Sukses sistem pembayaran non tunai pada moda transportasi Trans Padang, Pemko melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang bakal menerapkan sistem non tunai dengan menggunakan kartu Brizzi untuk masuk ke Gunung Padang dan Pantai Aia Manih. Artinya, pembayaran uang tunai tak dapat dipergunakan lagi bagi warga maupun wisatawan yang berwisata di kawasan objek wisata itu.
Kepala Disparbud Kota Padang Arfian mengatakan, penerapan sistem non tunai tersebut akan dilaunching pada Minggu depan. Pembayaran non tunai dengan menggunakan kartu Brizzi untuk sistem pembayaran retribusi masuk ke objek wisata ini bekerjasama dengan PT BRI.
“Untuk tahap awal ini baru dua yakni, Pantai Air Manih dan Gunung Padang, kita pakai Brizzi. Jadi setiap pengunjung yang masuk ke Gunung Padang dan Pantai Aia Manih harus beli kartu Brizzi dulu,” kata Arfian, Jumat (25/10).
Tahap awal, kata Arfian, Bank BRI akan menyediakan lima konter di sepanjang kawasan objek Gunung Padang hingga Pantai Aia Manih. Saat ini, wisatawan hanya bisa menggunakan kartu Brizzi dari BRI untuk masuk objek wisata tersebut. Artinya, belum bisa menggunakan kartu dari bank lain.
“ Minggu depan launching sekaligus untuk pendirian konter. Termasuk di pintu gerbang Gunung Padang pun akan disediakan satu konter. Untuk saat ini belum bisa menggunakan bank lain, tapi untuk pengisian ulang bisa dari bank lain, untuk top up nya saja,” ujar Arfian.
Untuk mendapatkan kartu Brizzi, Arfian menjelaskan, warga cukup melakukan registrasi di kantor BRI ataupun merchants yang sudah bekerja sama dengan pihak BRI. Selain mendaftarkan dari ke kantor-kantor BRI, masyarakat juga bisa mendapatkanya dari konter-konter yang disediakan.
“Kalau berbicara saldo terserah pengunjung mau isi berapa. Kalau mereka banyak tentu harus banyak saldo. Tapi yang sesuai Perda kan Rp10 ribu,” ulas Arfian.
Lebih lanjut, kartu ini merupakan uang isi ulang pengganti uang tunai yang berfungsi sebagai alat pembayaran guna mencegah kebocoran uang retribusi di objek wisata di Kota Padang. Jika Brizzi sudah kehabisan saldo, untuk mengisinya kembali juga sangatlah gampang dan bisa dilakukan dimana saja.
“Kartu ini dapat isi ulang di ATM BRI atau dengan ATM bank lain yang berlogo Link, ATM Bersama. Selain itu, untuk mengisi saldo Brizzi ini juga bisa melalui Mobile Banking BRI, Internet Banking BRI dengan menggunakan kartu debit BRI atau kartu debit bank lain,” imbuh Arfian.
Alasan beralih ke sistem non tunai, Arfian menuturkan supaya lebih memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, mencegah petugas-petugas wisata yang “bermain” terhadap retribusi objek wisata. Kemudian, untuk menghindari masyarakat dari oknum-oknum tertentu yang mencari keuntungan semata, serta untuk mencegah pungutan liar (pungli).
“Untuk meningkatkan PAD karena kalau kita lihat dengan menggunakan sistem tunai ada beberapa kebocoran yang terjadi. Tapi berapa jumlah kebocoran tersebut saya tidak bisa memastikan,” sambung Arfian.
Kini, realisasi PAD Kota Padang dari retribusi pariwisata sudah mencapai 64 persen. Dari target sebesar Rp3,6 miliar sudah terealisasi sebesar Rp2,3 milliar. Secara keseluruhan ia optimis untuk mencapai target. Mengingat dalam waktu dekat akan ada penerapan non tunai di sektor wisata.
Sejalan dengan penerapan sistem non tunai itu, Arfian meminta kepada media agar terus menginformasikan terkait hal tersebut. Sehingga warga tidak bingung saat berkunjung ke Kota Padang, khususnya pada objek wisata Gunung Padang dan Pantai Air Padang.
“Karena itu, pas launching kita akan undang media untuk menginformasikan terkait sistem non tunai pada objek wisata ini. Agar nantinya masyarakat tidak bingung,” pungkasnya. (mil)





