METRO PADANG

Rajin Donor Darah dapat Hadiah Umrah

0
×

Rajin Donor Darah dapat Hadiah Umrah

Sebarkan artikel ini

AIAPACAH, METRO – Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah punya cara unik mendorong warganya suka donor darah. Apresiasi yang tergolong besar diberikan wako bila warganya sering donor, yakni hadiah umrah.
“Mereka yang sukarela donor darah Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang, akan diberi hadiah umrah. Umrah ini dibantu pihak ketiga,” kata Mahyeldi, Senin (21/10).
Tentu saja ada syarat yang harus dipenuhi para relawan donor darah ini agar bisa mendapatkan hadiah umrah tersebut. Dikatakan Mahyeldi, syarat bisa mendapatkan umrah adalah donor darah sebanyak 130 kali secara rutin.
Mahyeldi menjelaskan, pada tahun ini ada 10 relawan yang diberangkatkan umrah. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya hanya 4 atau 5 orang.
Wako juga berharap pada tahun 2020 nanti akan lebih banyak lagi yang bisa diumrahkan. Berapa lama waktu yang harus dijalani pendonor agar bisa mendapatkan hadiah itu?
Pendonor bisa melakukan donor darah sebanyak 6 kali setahun. Bila sejak kelas 3 SMA saja seorang remaja sudah mulai rutin donor, maka setidaknya saat umur 40 tahun sudah bisa berangkat umrah.
“Donor darah bisa 6 kali setahun, kalau 130 dibagi 6, berarti ada 23 tahun. Kalau seandainya donor darah kelas 3 SMA, umur 40 tahun sudah bisa umrah,” tambahnya.
Dikatakan Mahyeldi, untuk meningkatkan donor darah Pemko melalui UTD PMI Kota Padang juga mengembangkan kampung sadar donor darah (Kasdorah).
“Melalui masyarakat kita ada 4 kampung donor darah yang mempunyai orang-orang yang bisa donor darah,” kata Mahyeldi.
Selain itu, juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Kota Padang dan intasi lainnya. Seperti di Universitas Negeri Padang, ada 1.307 kantong darah yang didapat.
Sementara itu, Direktur UTD PMI Kota Padang Widyarman, mengatakan dengan adanya sertifikat ini UTD PMI Kota Padang akan mendapatkan pengawasan oleh BPOM RI.
“Dengan CPOB ini menghasilkan kualitas darah yang aman dan berguna untuk masyarakat. Darah yang dihasilkan sudah aman berdasarkan sertifikat Internasional,” ungkapnya.
Sebab produksi darah oleh UTD PMI Kota Padang diperlakukan sama dengan produk obat.
UTD PMI kota Padang sudah berstandarkan nasional dan Internasional. Selain itu juga sudah memenuhi kualitas Good Manufacturing Product (GWP) yang penting untuk memberikan jaminan kepada pendor dan penerima donor.
UTD PMI Kota Padang membutuhkan waktu tiga tahun untuk mempersiapkannya. Selain, mendapatkan CPOB, UTD PMI Kota Padang juga mendapatkan ISO 9001:2015. Sementara itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi berharap UTD PMI Padang dalam tranfusi darah dan pengambilan darah bisa melalui aturan yang telah ditentukan.
“Ini pertama di Sumatera Barat dan di Pulau Sumatera hanya ada Padang dan Kota Pekanbaru,” katanya. (*/tin)

Baca Juga  100 Bibit Matoa bakal Ditanam di Jalan Sutan Syahrir