BERITA UTAMA

Puluhan Ribu Ikan Keramba Mati Mendadak

1
×

Puluhan Ribu Ikan Keramba Mati Mendadak

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO–Petani keramba ikan Danau Maninjau kembali mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Puluhan ribu ton ikan mati mendadak setiap pagi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam, Ermanto Minggu (21/2) mengatakan, ikan keramba mati mendadak dialami petani keramba di Nagari Bayua dan Nagari Duokoto. Warga di dua kenagarian tersebut, sudah melapor sejak Jumat (19/2).

”Untuk mengantisipasi agar kerugian tidak semakin banyak, kami sudah menyarankan agar petani ikan keramba melakukan pemanenan lebih cepat. Serta mengurangi jumlah pemberian pakan ikan. Karena ikan yang kekenyangan rawan mati,” jelas Ermanto.

Ermanto menjelaskan, penyebab kematian ikan diduga karena kecepatan angin. Namun, berapa kecepatan angin ia belum bisa menjelaskan. Kondisi angin mempengaruhi kadar oksigen di dasar danau. Ini, merupakan salah satu faktor kenapa banyak ikan keramba mati.

Baca Juga  10 x Beraksi, Duet Kakak Adik Curanmor Terhenti

”Kami dari DKP berharap petani keramba agar selalu waspada dan melihat perkiraan cuaca. Jika cuaca tersebut bisa mengakibatkan kematian kepada ikan keramba, sebaiknya ikan lebih cepat dipindahkan dan kematian ikan bisa ditanggulangi,” jelasnya.

Terpisah, salah satu petani keramba di Nagari Bayua, Herman (31) kepada POSMETRO menyebutkan, di daerah salingka Danau Maninjau merupakan daerah ekstrem. Ia sebagai petani keramba, juga selalu khawatir jika kondisi danau sudah ekstrem.

”Kami sudah sering mengalami ini. Tidak terjadi perubahan yang mencolok terhadap air danau kami merasa lega, dan sudah memulai kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Namun, pada Jumat lalu, saat saya ingin memberi makan kepada ikan di keramba, saya sudah mencium bau amis yang berasal dari danau,” katanya.

Baca Juga  Dugaan Penyimpangan Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Sicincin, 60 Saksi Diperiksa

Saat sampai di tepi danau, petani ini kaget karena ikan yang seharusnya dipanen sudah terapung, dengan bentuk perut sudah besar dan mengeluarkan bau amis. ”Banyak petani lain yang mengalami. Kami menduga penyebab ikan keramba ini mati disebabkan belerang yang selama ini masih terendap,” katanya. (cr7)