BERITA UTAMA

Kesetanan, Suami Gorok Istri

0
×

Kesetanan, Suami Gorok Istri

Sebarkan artikel ini

Sakit Hati Ditinggal Istri, 30 Jahitan Melingkar di Leher



PESSEL, METRO – Entah setan apa yang menghantui pikiran Andi (24), warga asal Jambi ini hingga nyaris mencelakai anak tirinya dan menggorok istrinya pada saat tengah malam. Sebelum menggorok istrinya, pria yang berprofesi sopir itu sempat menyekap anak tirinya yang sedang tertidur pulas.
Peristiwa sadis tersebut terjadi di Rambahan Nagari Nyiur Melambai Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu dinihari (16/10) sekitar pukul 00.30 WIB. Awalnya pelaku berniat ingin menemui istrinya yang sudah menetap di Rambahan Nagari Nyiur Melambai Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Kedatangannya diduga karena sakit hati karena selama ini ia ditinggalkan istrinya di Pekanbaru.
Saat itu, tiba-tiba saja pelaku datang dan masuk ke rumah korban dengan cara memecahkan kaca jendela. Setela masuk ke dalam rumah, pelaku mendobrak pintu kamar hingga korban yang sedang tidur bersama anak-anaknya terbangun. Terjadilah pertengkaran hebat hingga berujung penggorokan leher istri.
Usai melakukan penganiayaan, pelaku yang diketahui asal Jambi itu melarikan diri. Namun, Polisi dan warga yang melakukan pengejaran berhasil menangkap pelaku yang mencoba bersembunyi di dalam masjid di daerah tersebut.
Warga yang emosi terhadap pelaku, sempat memukili. Polisi berusaha meredam amarah warga dan kemudian diamankan ke Mapolres Pesisir Selatan. Sementara, korban Ani (38), dengan luka sayatan di bagian lehernya, dalam kondisi bersimbah darah dan langsung dilarikan ke Puskesmas Balai Selasa untuk mendapatkan pertolongan medis. Saking parahnya luka sayatan, korban pun mendapatkan 30 jahitan.
Kapolres Pesisir Selatan AKBP Cepi Noval melalui Kapolsek Ranah Pesisir, Iptu Erianto mengatakan aksi penganiayaan yang dilakukan suami terhadap istri dan anak tirinya itu, diduga dilatarbelangi unsur sakit hati. Pelaku menetap di Pekanbaru sedangkan korban dan tiga anaknya tinggal di kampungnya di Rambahan Nagari Nyiur Melambai Pelangai.
“Pasangan ini memiliki tiga anak. Satu anak hasil pernikahan pelaku dengan korban. Sedangkan dua merupakan anak tiri pelaku. Sebelum kejadian, pelaku dan korban sempat terlibat cekcok ketika datang ke rumah korban dari Pekanbaru. Setelah terlibat cekcok, pelaku menerobos masuk ke rumah korban, dengan memecahkan kaca jendela rumah korban. Dan pelaku mendobrak pintu kamar hingga bisa masuk ke dalam kamar korban. Setelah itu, pelaku menodongkan pisau kebagian leher salah satu anak tirinya,” kata Iptu Erianto.
Saat menodongkan pisau, Iptu Erianto menjelaskan pelaku sembari mengeluarkan kata-kata akan membunuh anak korban. Bahkan, pelaku mencekik leher anak korban hingga wajah anaknya terkena sayatan pisau. Melihat anaknya terancam, korban berusaha melawan untuk merebut anaknya yang disekap dan membuat jari tangan korban juga tersayat pisau.
“Saya bunuh anak ini,” ungkap Iptu Erianto menirukan ucapan pelaku ketika menodongkan pisau ke leher anak korban. Setelah mempertaruhan nyawanya, korban berhasil berhasil merebut anaknya dan kemudian kabur ke luar rumah untuk menyelamatkan diri hingga di teras rumah.
Namun, pelaku yang emosi, malah mengejar korban dan anaknya. Saat dikejar itu lah, pelaku membacok korban dan menggorok leher korban hingga langsung terkapar bersimbah darah. Melihat kondisi korban berlumuran darah, pelaku langsung panik dan kabur melalui pintu belakang rumah korban.
“Warga sekitar yang mendengar keributan berdatangan ke lokasi menyelamatkan korban dan anaknya. Atas kejadian tersebu korban mengalami luka dibagian tangan dan leher. Dan luka di leher korban ada sekitar 30 jahitan, saat ini korban masih dalam perawatan intensif,” ujar Iptu Erianto.
Iptu Erianto menjelaskan, setelah mendapat laporan adanya kasus penganiayaan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mencari keberadaan pelaku yang kabur. Bersama-sama dengan masyarakat, pelaku berhasil ditemukan bersembunyi dalam masjid tak jauh dari kampung istrinya itu dan diamankan tanpa perlawanan.
“Pagi sekitar pukul 09.30 WIB, pelaku bisa ditangkap. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Memang kalau status pelaku dan korban masih suami istri. Sedangkan anak korban merupakan anak tiri pelaku. Mereka tidak serumah. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mendapatkan pisau di dalam rumah korban ketika masuk secara paksa ke rumah korban,” ungkap Iptu Erianto.
Sementara itu, pelaku Andi ketika ditemui, mengaku usai menggorok leher korban menggunakan pisau, melarikan diri dengan bersembunyi di sebuah masjid yang berjarak kurang lebih 1 kilo dari rumah korban. Ia merasa ketakutan usai menganiaya istri dan anak tirinya, terlebih keika melihat korban sudah berlumuran darah.
“Saya bingung mau kemana. Saya tidak tahu daerah sini. Kalau pisau, itu saya dapat di dalam rumah. Saya emosi saja karena sempat cekcok dengan korban,” kata Andi. (rio/rgr)