METRO PESISIR

Warga Nagari Lareh Butuh Perbaikan Jalan

0
×

Warga Nagari Lareh Butuh Perbaikan Jalan

Sebarkan artikel ini

PDG.PARIAMAN, METRO – Masyarakat Nagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariaman saat ini sangat mendambakan perbaikan ruas jalan Simpang Kampuang Jambak menuju lokasi GOR Sungai Sariak, yang juga melewati Kantor Nagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak.
Walinagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak, Agus Salim Rasyid,  kemarin menyatakan, saat ini kondisi ruas jalan di kawasan itu sudah sangat memprihatinkan. Terbukti hampir sebagian diantaranya, kondisi aspalnya  sudah mulai terkelupas sehingga menimbulkan lobang yang bisa membahayakan keselamatan pengendara yang melewatinya.
“Bagaimana tidak dengan kondisi jalan rusak seperti ini tentunya ada saja pengendara yang terjatuh dari sepeda motor saat  berusaha menghindari jalan yang berlubang tersebut. Makanya masyarakat di daerah ini jelas sangat berharap agar kiranya ruas jalan di daerah ini bisa segera diaspal, sehingga dampaknya bisa lebih memperlanjar hubungan transfortasi masyarakat yang melewatinya,” ujarnya.
Lebih jauh mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Solok Selatan ini menambahkan, rusaknya ruas jalan di kawasan itu sebelumnya telah sering diajukan dalam Musrembang Nagari maupun Musrembang Kecamatan atau Kabupaten. Hanya saja sampai saat ini kondisinya masih tetap dibiarkan rusak begitu saja, tanpa adanya penanganan yang jelas dari pihak terkait.
“Padahal sebelum Porprov baru-baru ini Pak Bupati bahkan pernah menjanjikan akan segera membenahi atau mengaspal ruas jalan di kawasan ini. Namun sampai saat ini nampaknya belum jua terealisasi seperti diharapkan,” imbuhnya.
Agus Salim Rasyid juga mengakui jika selama ini ruas jalan tersebut  sangat penting artinya dalam menunjang hubungan transfortasi masyarakat di daerahnya. Terlebih ruas jalan tersebut juga merupakan ruas jalan utama untuk menuju Kantor Walinagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak. Makanya sangat beralasan bila ruas jalan itu sangat sering dilewati warga yang ingin berurusan ke kantor nagari.
“Makanya harapan dan doa kita agar kiranya perbaikan ruas jalan di daerah ini bisa mendapat perhatian dari pihak terkait di lingkungan Pemkab Padangpariaman. Sebab jika kondisi seperti ini tetap dibiarkan berlarut-larut, tentunya dampaknya akan sangat buruk terhadap kelangsungan ekonomi masyarakat di daerah ini,” terangnya.
Selain kondisi ruas jalan yang sangat memprihatinkan, warga di Nagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak juga berharap agar pihak Pemkab Padangpariaman bisa membangun jembatan penghubung antara Kampuang Pagang dan Bari. Pasalnya akibat tidak adanya jembatan penyeberangan di kawasan itu, untuk sekadar sampai di daerah Kampuang Pagang dari arah Bari misalnya warga terpaksa harus melewati jalan melingkar melewati rajang yang ada di Bisati atau pun melewati kawasan Simpang Rambai Kota Pariaman yang jaraknya bisa mencapai jarak tempuh antara 7 sampai dengan 8 KM.
“Padahal kalau saja jembatan penyeberangan bisa dibangun di kawasan itu, minimal misalnya jembatan mini, maka tentunya jarak tempuhnya bisa lebih dekat lagi, karena hanya dibatasi oleh aliran sungai saja,” terangnya.
Menurut Agus Salim, Bupati Ali Mukhni sebelumnya sempat meninjau aliran sungai tersebut dengan cara menyeberanginya.  Dan saat itu Bupati Ali Mukhni juga telah menegaskan perlunya p embangunan jembatan penyeberangan di kawasan itu.
“Harapan kita sebenarnya tidak perlu harus membangun jembatan berukuran besar namun cukuplah jembatan mini saja. Kalau itu bisa terealisasi itu sudah cukup  membantu bagi masyarakat dari kedua daerah,” terangnya.
Untuk itulah pihaknya berharap agar nantinya pihak terkait di lingkungan Pemkab Padangpariaman bisa segera mengangsur pengerjaannya. Baik itu untuk keperluan perbaikan ruas jalan Kampuang Jambak menuju arah kantor nagari maupun untuk pembangunan jembatan mini dimaksud. “Memang itulah yang menjadi harapan kita saat ini, sehingga kesannya mereka tidak merasa ditinggalkan begitu saja,” terangnya.
Apalagi lanjutnya, selama ini warga Nagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak selama ini terbilang patuh dalam membayar pajak. Terbukti hampir setiap tahunnya realisasi pajak masyarakat di daerah ini lebih dari 80 persen dari target yang ada.
“Bahkan dua korong di nagari ini realisasi pajaknya bisa mencapai 100 persen, sehingga akhirnya bisa mendapatkan apreasiasi khusus dari pemerintah,” terangnya. (efa)