BERITA UTAMA

Potongan Mayat Ditemukan di Tebing

0
×

Potongan Mayat Ditemukan di Tebing

Sebarkan artikel ini

KANTONG JENAZAH— Setelah mengevakuasi potongan tubuh manusia, petugas BPBD dan aparat kepolisian memasukkan ke dalam kantong jenazah dan disimpan di bungker jenazah RSAM Bukittinggi, Rabu (17/2) malam.
AGAM, METRO–Potongan tubuh manusia ditemukan warga di Puncak Sariak, Jorong Bukikapik, Kenagarian Padangtarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Rabu (17/2) sekitar pukul 21.30 WIB. Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki hanya tinggal bagian badan ke bawah, dan kaki. Sementara kepalanya sudah tidak ada lagi.

Penemuan mayat itu membuat warga gempar. Apalagi tidak ada warga mengenali siapa korban. Warga kampung juga tidak ada yang kehilangan anggota keluarga sejak beberapa pekan terakhir.

Pantauan POSMETRO, sesosok mayat tersebut dalam posisi miring ke kanan dengan tangan, dan kepala sudah tidak ada lagi pada tebing berkedalaman sekitar 50 meter. Mayat yang tersangkut pada tumbuhan liar pada tebing tersebut masih berpakaian lengkap, yaitu memakai baju kaos warna hijau dan celana jenis jeans warna hijau. Ada ikat pinggang kulit dan kaos dalam warna abu-abu.

Baca Juga  22 Putra Putri Tanah Datar, Terima Bantuan Kaderisasi Ulama Senilai Rp165 Juta

Pengakuan Wali Jorong Erdiman Dt Bandaro Kayo (35), penemuan mayat pertama kali diketahui Firdaus (20). Pemuda ini lalu melapor kepada Nazarudin Dt Panduko Sati (60). “Karena berita penemuan mayata ini membuat gempar warga, kami langsung melapor ke Mapolsek Baso. Tak lama kemudian, aparat dari Satreskrim Polres Bukittinggi tiba di lokasi, langsung bersama Kasat Reskrim AKP Joko Hendro Lesmono,” kata Dt Bandaro.

Menurut Dt Bandaro, dia meyakini kalau mayat tanpa identitas dengan kondisi mengenaskan tersebut, bukanlah salah seorang warganya. Sebab selama ini dia tidak pernah mendapat informasi tentang warga yang hilang. Akan tetapi, untuk mengecek identitas korban, Dt Bandaro akan berkoordinasi dengan wali jorong lain.

Sementara itu, untuk evakuasi tubuh korban, tim gabungan dari BPBD dan kepolisian, harus membersihkan rumput dan pohon liar. Mayat dibawa ke RSAM Bukittinggi. Pada malam tersebut, atas keputusan polisi dan pihak rumah sakit, mayat itu diinapkan di dalam bungker dengan suhu dingin, setelah itu baru akan dilakukan visum. Melihat kondisi korban yang sudah menggembung dan sebagian besar organ tubuh hilang, serta sudah banyak belatung, perkiraan sementara kalau mayat tersebut sudah berumur seminggu.

Baca Juga  3 Sekawan Berkomplot jadi Bandit Narkoba di Kota Bukittinggi, Puluhan Paket Sabu Disita Polisi

Kapolres Bukittinggi, AKBP Tri Wahyudi yang langsung datang ke kamar jenazah RSAM Bukittinggi melihat jelas kondisi mayat yang tidak lengkap tersebut, seperti kepala tidak ada, termasuk kaki dan tangan yang hanya tinggal tulang satu. Selanjutnya, Kamis (18/2), jajaran Polres Bukittinggi kembali mendatangi lokasi untuk menyisiri penemuan untuk mencari organ atau potongan tubuh korban.

”Belum bisa disimpulkan penyebab dari kematian korban, apakah mati wajar atau adanya penganiayaan. Termasuk dengan hilangnya beberapa organ, apakah memang dipotong atau dimakan binatang buas. Semua belum bisa dipastikan, karena masih dalam pemeriksaan sampai ditemukan organ yang lain,” terang Kapolres. (wan)