PADANG, METRO – Seorang perantau Minang yang mengalami luka bakar akibat kerusuhan di Wamena, Papua, tiba di Ranah Minang setelah pesawat Lion Air JT 354 yang ditumpangi dari Jakarta mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kamis, (10/10), sekitar pukul 17.30 WIB.
Kedatangan korban bernama Putri langsung disambut dengan isak tangis dari keluarganya yang menunggu berjam-jamdi BIM. Selain keluarga korban, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit juga langsung menjemputnya saat baru turun dari pesawat.
Wanita yang kehilangan suami dan anaknya itu mengaku tidak akan kembali lagi ke Tanah Cendrawasih pascamengalami kejadian yang mengerikan itu. “Saya tidak akan kembali lagi ke Papua dan saya akan menetap di kampung saja,” lirihnya.
Meskipun sudah empat tahun berada di tanah Papua, saat bertemu dengan keluarganya di Ranah Minang membuat ia tak ingin lagi kembali ke timur Indonesia itu sebab tidak ada lagi yang akan ia cari di tanah Papua, karena suami dan anaknya sudah tidak ada lagi.
“Apa lagi yang saya cari di sana. Suami dan anak saya sudah tidak ada lagi, saya merasa sangat bahagia saat bertemu dengan keluarga dan saya akan tetap di sini saja,” lanjutnya.
Setelah mendarat di Padang, Putri langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang karena kondisinya belum pulih.
“Kami sudah berkoordinasi dengan dokter spesialis di RSUP M Djamil Padang dan katanya kemungkinan akan melakukan operasi ulang untuk tangan sebelah kirinya,” ujar Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit.
Nasul Abit menambahkan pihaknya telah menyediakan dana untuk pengobatan Putri dari sumbangan yang dikumpulkan sejak beberapa waktu lalu. “Keadaan Putri sampai di sini alhamdulillah aman dan akan langsung kami bawa ke RSUP M Djamil untuk melanjutkan pengobatannya,” lanjutnya.
Menurutnya, hingga saat ini perantau Minang dari Papua yang telah kembali sebanyak 601 orang dan kemungkinan tidak akan ada lagi yang akan kembali. “Hingga saat ini semuanya total 601 orang yang sudah kembali, masih ada sebanyak kurang lebih 243 orang lagi yang berada di Papua,” sambungnya.
Ditambahkannya, pihaknya kemungkinan tidak akan melanjutkan pemulangan perantau dari Papua karena keadaan saat ini sudah mulai membaik.
“Pemerintah pusat sudah menyatakan bahwa keadaan sudah mulai membaik dan kabarnya hari ini perantau yang berada di sana sudah mulai berjualan lagi,” tutupnya. (heu)











