PADANG, METRO – Penggalangan dana untuk membantu perantau Minangkau pascakerusuhan di Kabupaten Wamena, Papua, sudah terkumpul hingga Rp 3.653.782.741. Namun, dana yang telah terpakai sebesar Rp1.691.693. 400 dialokasikan untuk pembelian tiket pemulangan para perantau dan pemberian uang saku.
Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Provinsi Sumbar, Syaifullah mengatakan, saldo penggalangan dana Wamena yang tersisa sebesar Rp1.962. 089.341. Alokasi terbesar terpakai untuk pembelian tiket sebanyak Rp1.191.693.400. Sementara, untuk uang saku dikeluarkan sebesar Rp500.000.000.
“Untuk uang saku kita ambil langsung dari rekening sebesar Rp500 juta, dana ini termasuk untuk pemberian uang saku kepada masyarakat Sumbar yang mendarat hari ini (Rabu, red) di BIM,” kata Syaifullah mantan Kepala Bidang (Kabid) Warisan Budaya dan Bahasa Minangkabau Dinas Kebudayaan Sumbar itu, Syaiful, Rabu (9/10).
Syaifullah menjelaskan, dana yang masih tersisa ini akan dipergunakan untuk modal usaha bagi masyarakat Sumbar yang terdampak kerusuhan di Wamena. Akan tetapi, bagi masyarakat yang masih memiliki tempat tinggal dan kembali ke kampung halaman hanya diberi uang saku.
“Rencananya bagi korban Wamena seperti rumahnya yang terbakar dan habis semua harta bendanya dikasih modal usaha, yang pulang kampung dan menjadi korban juga dikasih. Tapi bagi yang tidak terdampak hanya dikasih uang saku sebagai uang penenang, tapi modal usaha tidak,” jelas Syaifullah.
Saat ini, sebut Syaifullah, data sementara masyarakat Sumbar yang telah berada di Sumbar mencapai 606 orang. Sebab masih ada masyarakat yang belum terdata lantaran mereka memilih untuk pulang dengan biaya sendiri. Apalagi pada Rabu (9/10) masyarakat terus berdatangan maka pihaknya terus menginput data terbaru.
Jadi data sementara yang diinput jadi 606, bahkan masih ada yang belum melapor orang yang pulang sendiri dengan biaya sendiri,” tandas Syaifullah.
Terpisah, Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) I Jayawijaya Zulkifli mengatakan, tragedi Wamena memperkuat persaudaraan warga Minang. Selama mengoordinasikan warga Minang di pengungsian Makodim, Zul menyebutkan, dukungan moral dan materi berdatangan dari seluruh warga Minang di Tanah Air dan beberapa negara.
Perasaan kalut para pengungsi pun hilang begitu mendapat kunjungan dari Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang membawa bantuan dan informasi Pemprov akan memfasilitasi warga perantau yang ingin pulang ke kampung halaman. “Terima kasih para stakeholder, warga Minang dimanapun berada. Terima kasih dukungannya baik moral maupun materi,” ujar Zul.(mil)





