PADANG, METRO – Memperjuangkan nasib para petani, ratusan mahasiswa tergabung dalam aliansi BEM se-Sumbar melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (2/10). Kedatangan mereka, untuk menyampaikan berbagai tuntutan terkait permasalahan di bidang pertanian dan peternakan yang ada di Sumbar dan Indonesia.
Aksi demonstrasi itu diawali dengan berkumpul di samping kantor BPBD Provinsi Sumbar sekitar pukul 14.00 WIB. Dari titik kumpul, mereka longmarch ke kantor Gubernur Sumbar dengan mengenakan almamater masing-masing serta membawa berbagai spanduk bertuliskan tuntutan mereka untuk bertemu langsung dengan orang nomor satu di Provinsi Sumbar tersebut.
Saat longmarch mereka menyanyikan yel-yel mahasiswa. Sekitar pukul 14.30 WIB mereka tiba di depan kantor Gubernur namun telah disambut ratusan personel pengamanan yang telah stand by. Mereka tidak diperbolehkan masuk ke dalam, lantaran kondisi pagar yang di kunci dengan gembok dan rantai.
Mereka tetap bertahan sembari berorasi menunggu kedatangan Gubernur yang menurut informasi akan datang langsung menemui mereka. Akhirnya sekitar pukul 15.30 WIB, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di dampingi oleh Wakil Gubernur Nasrul Abit serta beberpa unsur forkopimda keluar dari dalam gedung menemui massa yang berada di luar gedung.
Dengan perasaan bahagia, massa mengucapkan terimakasih di saat Gubernur Sumbar hadir langsung di tengah-tengah mereka untuk mendengarkan aspirasi dan tuntutan mereka. Sekitar pukul 16.00 WIB, pertemuan tersebut berakhir dengan penandatangan beberapa tuntutan yang disampaikan oleh massa, yang di tandatangani langsung oleh gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
“Diantara tuntutan kami yaitu Menuntut pemerintah untuk berhenti melakukan impor komoditas pertanian dan peternakan, Menuntut pemerintah untuk meningkatkan produktivitas komoditas pertanian dan peternakan, Menuntut pemerintah untuk memperluas lahan pertanian dan memastikan kepemilikan lahan 2 ha per petani,” kata Koordinator aksi Ismail Zainuddin.
Selain itu mereka juga menuntut pemerintah untuk menambah jumlah dan meningkatkan kualitas penyuluh pertanian, Menuntut pemerintah untuk segera menuntaskan perbaikan irigasi dan penyediaan alat mesin pertanian/peternakan dan teknologi sesuai dengan kebutuhan petani dan Menuntut pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan konsumen.
“Kami juga menuntut pemerintah untuk segera menindak oknum pedagang yang melakukan permainan harga di pasar dan segera melakukan tindakan nyata bersama Satgas Pangan untuk secepatnya bisa menstabilkan harga. Kita menuntut pemerintah untuk lebih memperhatikan keberlangsungan peternakan di indonesia terutama untuk pakan, obat-obatan dan antibiotik,”pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan apresiasinya terhadap tuntutan dari mahasiswa.
“Semua tuntutan tersebut masuk akal, sehingga saat diajukannya tuntutan tersebut langsung kami tandatangani, mengingat semua tuntutan yang disampaikan telah dan sedang di kerjakan oleh OPD terkait,”ujarnya.
Irwan Prayitno juga menyampaikan kepada mahasiswa, jika ingin menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka tidak perlu dengan melakukan aksi demo yang banyak menguras waktu dan tenaga.
“Jika ada, langsung saja sampaikan kepada Kami maupun instansi terkait, Kami selalu terbuka menerima secara langsung, demo ini hanya akan membuat capek dan menguras waktu,”pungkasnya. (r/mg)





