METRO PADANG

Pengoperasian Koridor IV Terkendala

0
×

Pengoperasian Koridor IV Terkendala

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Rencana Pengoperasian bus Trans Padang pada koridor IV terpaksa diundur pada tahun mendatang. Pasalnya, kebutuhan halte di jalur tersebut masih sangat minim. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Dian Fakri Ia melanjutkan, bahwa berkemungkiman diundur hingga awal tahun 2020. Ia mengatakan, halte yang saat ini sedang dibangun dengan anggaran Rp400 juta hanya bisa membangun sebanyak 34 halte.
“Anggaran kami untuk halte tersebut kurang malah dari separuhnya. Kebutuhan halte di koridor IV tersebut sebanyak 76 halte, sedangkan yang saat ini dibangun bari 34 halte, itupun bersifat sementara (tangga saja). Untuk bisa pengoperasian bus tentu hal yang utama halte harus ditambah dahulu,” ujar Dian.
Mantan Kasat Pol PP Kota Padang itu menjelaskan, saat ini ada beberapa pihak yang mau ikut membantu bangun halte melalui dana CSR. pihak tersebut diantaranya Pelindo, PLN, dan beberapa pihak yang sudah menyetujui.
“Ada beberapa pihak yang sudah menyetujui untuk membangun halte, numun sampai saat ini belum ada pergerakan dalam pembangunannya. Itu salah satu alasan yang membuat pengoperasian diundur,” imbuh Dian.
Jika ada penambahan dalam waktu dekat, Dian menyebutkan akan segera mengaktifkan bus. Jika tidak, terpaksa menunggu anggaran pada tahun depan untuk membangun halte tambahan. “Setidaknya halte yang tersedia lebih dari separuh dari kebutuhan. Supaya masyarakat tidak kesusahan karena harus jalan jauh untuk mencapai halte,” kata Dian.
Dian menegaskan, jika dalam waktu dekat ada penambahan halte lebih dari cukup maka pengoperasian bus akan segera dilalukan. Namun jika sebaliknya maka akan diundur pada tahun depan.
Sementara itu Pengamat Transportasi Purnawan mengatakan, sebaiknya koridor teresebut segera diaktifkan,”Halte tempat pemberhentian busnya cukup dengan tangga besi dan rambu sebagai penanda lokasi tempat pemberhentian bus,” ujar Dian.
Ia menambahkan, titik lokasi pemberhentian (halte) dipilih di daerah yang mempunyai “demand” penumpang tinggi, “Nanti penumpang di beberapa wilayah yang belum ada haltenya dapat naik melalui halte yang ada. sehingga mobilisasi masyarakat menjadi lancar pemanfaatkan transportasi Trans Padang lebih efektif,” kata Dian. (cr1)