PADANG, METRO – Dermaga Bungus, Kota Padang yang saat ini terancam ambruk, kini disikapi oleh pihak terkait. Buktinya, Senin (1/10) kemarin, pihak Kementerian Perbuhugan dalam hal ini pihak BPTD Wilayah III Sumatera Barat, Dishub Padang dan Dishub Sumbar menggelar rapat. Dalam rapat yang berlangusng kantor wali Kota Aiea Pacah itu, ternyata pihak Dinas Perhubungan Padang sebagai pengelola, tak kuat lagi.
“Terseok seoknya soal anggaran ternyata jadi biang kerok. Tak hanya itu saja, paying hukumnya tidak kuat. Namun kita tak persoalan itu panjang lebar. Yang jelas, bagaiaman secepatnya pelabuhan penyeberangan Bungus ini secepatnya direhabilitasi,”: ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Dian Fakri kepada POSMETRO.
Dikatakan Dian Fakri, pada prinsipnya dalam rapat kemarin, pihak kita mencari solusinya bagaiamana warga yang hendak menuju Mentawai sekitar atau sebaliknya Mentawai-Padang selamat dari bahaya.
Seperti kita ketahui bahwa kondisi pelabuahan penyeberangan Perintis Bungus, kini sangat rawan sekali. Suatu saat pelabuhan itu bias ambruk. Di beberapa tiang penyangga, sudah keropos. Lagian pembangunan sudah 1992 dan digoyang oleh beberapa kali gempat termasuk pada 2009 lalu.. “Jika diamati, memang sudah terlalu tua.’ Dan itulah yang akan kami bicarakan dalam rapat kemarin,” sebut Dian Fakri.
Sementara itu Kepala BPTD Wilayah III Ariyandi Ariyus, S.SIT, MM, melalui Kasie Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Herwanto Amd, LLAJ, SIP, didampingi Korsatpel Pelabuhan Penyeberangan Perintis Bungus Jonimun SH kepada POSMETRO, mengatakan, bahwa sebenarnya pihak BPTD Wilayah III Sumatera Barat sudah beraksi. Sejak 2017, pihak BPTD Wilayah III Sumbar sudah menindaklanjuti surat Wako No.552//663/Dishub/VIII/2017 prihal pengelolaan penyebrangan.
Bahkan kedepan jika ditehab pelabuhan Perintis Bungus itu, BPTD Wilayah III Sumbar akan merubah dari bobot GT 500 menjadi GT 2000 untuk lebih aman. Pada 2018 pihak BPTD pun mengusulkan DED. Selain itu pada 2019 lalu untuk persiapan pembangunan kita sudah menghitung anggaran dan diusulkan pada 2020 pembangunan pelabuhan Penyeberangan Bungus akan dilaksanakan. “Jadi sebelum mencuatnya persoalan ini, kita sudah menyikapi terlebih dulu,” sebut Herwanto.
Lebihjauh dikatakan Herwanto, sebenarnya bukan pelabuhan Perintis Bungus saja yang terancanm ambruk. Hal serupa juga dialami oleh pelabuhan penyeberangan Siberut, Sipora dan Sikakap yang butuh perenovasian.
Pengembangan pelabuhan penyeberangan bahkan dilakukan oleh pihak BPTD Wilayah III Sumbar. Pembangunan pelabuhan penyeberangan di Pasaman Barat, Pariaman dan Pesisir Selatan juga kita pelototi. “Yang jelas, untuk saat ini, kita lebih fokus dulu perbaikan pelabuhan penyeberangan Bungus,” tegas Herwanto.
Sebelumnyak pelabuhan Bungus memiliki status Tipe B ini ternyata dibangun 1992. Namun kini kondisinya sangat memiriskan. Sementara lalu lalang truk yang akan menuju Mentawai dan Padang setiap hari penuh. .Padahal dermaga itu sangat vital sekali. Sebab di dermaga aktivitas sangat padat. Apalagi saat naik kapal, ditambah beban truk yang akan masuk ke kapal menuju Mentawai. “Sementara jembatan timbangan tak ada. Bagaimana kita bisa menentukan muatan truk aman atau tak melebihi tonase,” kata Faisol, seorang penumpang.
Korsatpel Pelabuhan Bungus Yunimun SH mengaku, dermaga Bungus sudah masuk kategori tua. Dibangun 1992, jadi wajar saja sudah tua dan keropos. Lihat saja beberapa tiang penyangga, dermaga yang memiliki panjang 275 meter itu sudah banyak yang rusak.
“Namun untuk lebih jelasnya, langsung saja kepada pihak pengelola yakni Dishub Padang,” ujar Yunimun.
Kadishub Padang Dian Fikri melalui Sekretarisnya Yudi Indra Sani mengakui bahwa dermaga Bungus sudah boleh dikatakan uzur dan perlubu renovasi. Tragedi yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Riau yang ambruk Selasa (17/9) secara tiba tiba tak boleh terjadi di Padang.
Kita sudah melakukan pemeriksaan dan melaporkannnya kepada Kadishub Padang. Apakah nanti kita akan membutuhkan pihak PU untuk menguji dermaga itu apakah masih layak atau tidak. Kita masih menunggu koordinasi dengan pimpinan.
“Yang jelas, pihak Dishub Padang sebagai pihak pengelola akan menyikapi dengan segera temuan itu,” tandas Yudi Indra Sani. (ped)





