WALI Kota Pariaman Genius Umar menyatatakan, penampilan kesenian tarian Indang khas Kota Pariaman di Busan Excibition Convention (BEXCO) Korea Selatan adalah satu bentuk promosi tentang kemajuan wisata dan budaya daerahnya ke luar negeri.
“Tak heran penampilan indang kita itu memikat semua yang hadir dalam acara tersebut. Penampilan tarian ini bagian dari promosi seni dan kebudayaan Kota Pariaman di dunia Internasional,” kata Genius Umar, kemarin.
Apalagi, rombongan yang dibawakan oleh anak-anak Kota Pariaman, Tari Indang yang diiringi lagu Badindin yang dipopulerkan Tiar Ramon, mampu memukau pengunjung yang berasal dari berbagai negara.
Irama musik yang dinamis diiringi gerakan tajam dan lentik oleh penari, membuat sebagian pengunjung kemudian berdiri dari tempat duduknya demi melihat lebih jelas.
Apalagi penari yang usianya mulai dari 8 tahun hingga 13 tahun ini, juga menyertakan aksi memukul rebana sehingga menimbulkan suara yang indah dan energik. Kelima penari mengenakan pakaian khas tari Indang, baju adat minang berwarna merah dengan kain salempang berwarna hijau.
Bagi penari laki-laki mengenakan Deta sebagai penutup kepala, sementara perempuan mengenakan saluak di atas kepala mereka yang mengundang decak kagum pengunjung. Begitu tarian selesai, seluruh pengunjung berdiri memberikan standing aplause yang merupakan pertanda mereka kagum dengan tarian khas Pariaman tersebut.
“Alhamdulillah, pengunjung antusias menyaksikan tarian indang. Tampilan tarian indang ini bagian dari promosi seni dan budaya Pariaman di pentas internasional,” ujarnya.
Meski persiapan tampilan tarian ini tergolong singkat hanya satu minggu namun ternyata tampil sangat baik. BEXCO sendiri merupakan kegiatan promosi seni dan budaya dari seluruh negara di Asia Pasific. Indang sendiri merupakan kesenian yang sudah lama ada di Pariaman. Dikembangkan pada awalnya oleh Syekh Burhanuddin dalam rangka menarik minat anak anak muda untuk mempelajari Islam.
Kemudian Indang di masa lalu tepatnya di masa kepemimpinan Bupati Padangpariaman Anas Malik menjadi kesenian yang liriknya mambawa pesan pembangunan.
Pada masa itu indang pernah dibawa tampil di sejumlah negara di Eropa Barat yang dibawa langsung oleh Kandep Sungai geringging Ali Umar, orang tua Walikota Pariaman sekarang.
Penari Indang asal Kota Pariaman juga berkesempatan berkolaborasi menari bersama dengan seluruh peserta dari berbagai negara, asal Asia Pasific. Mereka yang menampilkan kesenian budaya ini, tergabung dalam Tourisme Promotion Organization (TPO) yang diikuti oleh 86 Bupati / Walikota dari berbagai negara di Asia Pasific.
Sehingga dengan tampilnya tarian indang di kegiatan tersebut meningkatkan keingintahuan dunia internasional terhadap Kota Pariaman. Tentunya berujung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dari berbagai dunia ke Kota Pariaman.
“Semoga kedepan wisatawan dari Asia Pasific mulai melirik Kota Pariaman sebagai destinasi wisata mereka. Sebab memang seni dan budaya serta alam Kota Pariaman sangat elok untuk dikunjungi,” tandas Genius Umar. (efa)





