PADANG, METRO – Pascakerusuhan yang menewaskan sembilan perantau Minang di Wamena Papua, Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal meminta masyarakat Sumatera Barat untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu dan hoaks yang beredar. Pasalnya, pemerintah sudah melakukan gerak cepat dan menganani dengan serius terkait persoalan tersebut.
Selain itu, Irjen Pol Fakhrizal juga akan terus memantau perkembangan yang terjadi Wamena, Papua dan menjalin komunikasi untuk memastikan kondisi perantau Minang disana. Bahkan, Kapolda menjamin keamanan warga Papua yang ada di Sumatera Barat, dan ia meyakini tidak akan ada gejolak.
“Saya berharap masyarakat bijak dalam memilah informasi yang beredar. Termasuk, terkait pemberitaan masyarakat Sumbar yang berada di Wamena, Papua. Kita masyarakat Minangkabau, jangan terprovokasi dengan isu-isu yang hoaks dan macam-macam hal terkait masyarakat Sumbar di Papua,” kata Irjen Pol Fakhrizal kepada wartawan di Mapolda Sumbar, Senin (30/9).
Irjen Pol Fakhrizal menegaskan kasus masyarakat Sumbar di Papua telah ditangani serius oleh pemerintah. Bahkan, langkah cepat juga telah diambil seperti yang dilakukan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang menemui masyarakat perantau Minang disana, dan sudah mengecek langsung bagaimana kondisinya.
“Yang jelas (kasus) ini sudah ditangani, dan pemerintah serius menangani, Pak Presiden Jokowi instruksi semua. Buktinya Pak Wagub udah kesana. Serahkan saja penanganannya ke pemerintah.
Harapan saya, masyarakat Minang yang punya rezeki berlebih, mari kita bersama-sama memberikan bantuan. Apalagi, banyak mereka yang sudah tidak punya-apa lagi” katanya.
Fakhrizal mengimbau kepada semua pihak untuk tidak menambah memperkeruh suasana hingga melakukan aksi unjuk rasa. Sejauh ini, pihaknya belum menemukan adanya indikasi provokasi tersebut. Begitupun bagi mahasiswa Papua di Sumbar, ia menjamin keamanan dan dipastikan tidak akan ada gejolak. Mahasiswa Papua sangat nyaman dan aman berada di Sumbar.
“Mahasiswa Papua di Sumbar, tidak ada masalah, kuliah seperti biasa. Mereka juga nyaman di sini (Sumbar). Engga ada dampak di sana (Papua) dan mereka di sini khawatir, engga ada. Nyaman saja. Kan ada kemarin testimoni dari mereka,” ujarnya. (rgr)





