LIPUTAN KHUSUSMETRO SUMBARSOLOK/SOLSEL

Puncak Payo, Potensi Wisata Alam yang Menjanjikan

0
×

Puncak Payo, Potensi Wisata Alam yang Menjanjikan

Sebarkan artikel ini

Kawasan Payo yang terletak di dataran tinggi Kota Solok, menyimpan view pesona alam yang sangat menarik. Suasana rimbunnya pepohonan serta lambaian dauan berbagai tanaman perkebunan masyarakat setempat, seakan setia menyapa siapa saja yang datang ke daerah yang dikenal sebagai penghasil tanaman rempah-rempah di Kota Solok ini.
Dan potensi alam yang ada di Payopun, perlu mendapat sentuhan agar mempunyai nilai tambah bagi kehidupan masyarakat setempat yang pada umumnya hidup sebagai petani perkebunan. Bagi Pemerintahan Kota (Pemko) Solok, kawasan Payo yang terletak di kawasan Tanah Garam dan merupakan kawasan paling ujung di Kota Solok ini. Kawasan in memang menjadi salah satu potensi daerah yang patut dikembangkan dengan mengedepankan kearifan lokal kehidupan masyarakat setempat.
“Dari ketinggian Payo, keindahan alam di sekitar kawasan Solok dapat dinikmati. Dan ini sangat mendukung sektor pariwisata Kota Solok ditambah dengan berbagai kesenian tradisional yang masih terjaga dalam kehidupan masyarakat Payo,” ujar Wako Solok, Zul Elfian.
Kawasan Payo memang terlihat masih alami dipunggung bukit barisan. Dan kealamian kawasan tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk datang berkunjung. Bahkan, untuk mendorong kawasan Payo sebagai salah satu kawasan wisata di Kota Solok, kawasan Payo juga dikembangkan sebagai lokasi agrowisata.
Namun, untuk membangun dan mengembangkan kawasan Payo seperti harapan masyarakat setempat, perlu kemauan dan komitmen yang kuat pemerintah untuk menfasilitasi pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan daerah.
Bagi Kota Solok, pariwisata merupakan sektor yang bisa menunjang kemajuandaerah. Apalagi letak geografis Kota Solok yang berada di persimpangan juga memberi peluang.
Sebagai kota perlintasan dan selain berkutat di bidang perdagangan dan jasa, sektor pariwisata dinilai sangat berpeluang besar dalam menggaet income dari kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Wali kota pun telah menginstruksikan Dinas Pariwisata bersama dengan Dinas Pertanian mem-plot kawasan Payo Kelurahan Tanah Garam sebagai wisata agro. Kawasan Payo memiliki jarak 6 kilometer dari pusat Kota Solok. Untuk mencapai kawasan Payo sendiri sangatlah gampang, karena jalan sudah beraspal beton. Kendaraan roda dua maupun roda empat sangat lancar menuju lokasi dengan jarak tempuh 20 menit.
Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Solok menjadikan Payo sebagai wisata agro, sudah mulai dikembangkan budidaya bunga krisan. Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Solok juga mengalokasikan anggaran Rp 190 juta pada tahun 2018 ini untuk membangun menara pandang di Puncak Payo. Sehingga, jika bangunan selesai, wisatawan lokal maupun mancanegara bisa menyaksikan Danau Singkarak dan pusat Kota Solok jika berdiri diatas menara pandang tersebut.
Berbagai macam program sosialisasi sudah dilakukan oleh Pemko Solok kepada masyarakat demi wujudkan wisata agro. Masyarakat harus mampu melihat peluang ekonomi dari kedatangan orang ke Payo. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menyediakan makanan dan minuman dari hasil produksi pertanian. Setidaknya bisa muncul warung-warung minuman di sepanjang jalan, serta kios-kios bunga krisan. Selain ada deplot, masyarakat juga dibimbing membudidayakan bunga krisan.
Tak cukup dengan itu, Pemerintah Kota Solok mulai melirik potensi tanaman kopi Payo. Bahkan Wali Kota Solok Zul Elfian dan Wakil Wali Kota Solok Reinier, tampak optimis dengan hal tersebut. Hal itu dibuktikan dengan peninjauan langsung oleh Wako-Wawako serta mensosialisasikan kopi payo sebagai salah satu kopi asli Kota Solok.
Pengembangan tanaman kopi telah dikembangkan di Kawasan Payo yang merupakan dataran tinggi di Kota Solok. Setidaknya ini menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Jenis yang dikembangkan di Payo sendiri adalah jenis kopi Robusta, yang mana jenis kopi itu tumbuh subur di Kawasan Payo.
Dengan adanya potensi tersebut, seharusnya masyarakat dapat memanfaatkan kondisi yang ada dilapangan untuk menjadikan payo sebagai pusat agrowisata. (vko)

Baca Juga  Fungsi Pengawasan Anggota DPRD Harus Lebih Optimal