METRO PADANG

Gerimis Turun Usai Shalat Istiqa, Syamsul Bahri: Kemarau Panjang Akibat Maksiat dan Penyimpangan

0
×

Gerimis Turun Usai Shalat Istiqa, Syamsul Bahri: Kemarau Panjang Akibat Maksiat dan Penyimpangan

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Shalat istisqa digelar di Pelataran Parkir Kantor Kanwil Kemenang Sumbar sebagai bentuk kepeduliaan Keluarga Besar Kanwil Kemenag atas musibah kabut asap yang melanda daerah Sumatera Barat dan sekitarnya dalam beberapa waktu belakangan. Shalat istisqa digelar, dengan harapan hujan yang turun akan mengurangi jerebu yang sudah menggangu kehidupan masyarakat. Selasa (24/9).
Shalat yang diimami Bakri ini diikuti Kepala Kanwil Kemenag bersama seluruh pejabat dan ASN. Shalat juga diikuti ASN Kemenag Kota Padang dan Kankemenag kabupaten kota yang dalam waktu bersamaan hadir di Kanwil.
Suasana haru tiba-tiba menyeruak disela-sela syaf jemaah usai pelaksanaan shalat istisqa,. Beberapa saat setelah khatib menaiki mimbar, butiran bening gerimis turun menghampiri. Rasa syukur terlontar dari ASN Kanwil Kemenag yang tak sabar kabut asap segera enyah dari bumi Sumatera Barat dan sekitarnya.
Syamsul Bahri sebagai khatib, dalam khutbahnya mengangkat tema meraih kasih sayang Allah dengan bertaubat. Disampaikannya, shalat istisqa ibadah sunat dalam islam dengan tujuan agar diturunkan hujan. Sehingga bumi menjadi sejuk, api dan asap akan hilang.
“Allah menjadikan alam ini indah, untuk kita nikmati keindahannya. Api dan asap merupakan azab dan ujian bagi manusia. Mudah-mudahan ke depan kita akan menjadi lebih baik,’ harap pensiunan Kemenag ini.
Syamsul Bahri juga menyampaikan bahwa manusia dilarang merusak bumi dan isinya. Allah sangat murka kepada mereka yang merusak bumi. Betapa banyak binatang yang musnah, tidak ada lagi kicauan burung yang indah.
Menurut buya yang pernah menjabat Ketua MUI ini, penyebab kemarau panjang karena banyaknya maksiat dan penyimpangan. Seperti memakan hak orang lain, mengurangi timbangan dan melakukan dosa-dosa.
“Semua kemaksiatan itu mengakibatkan malapetaka. Maka bertaubatlah, taubat akan mendapatkan kasih sayang Allah dan menghindari petaka. Dengan bertaubat akan menyelamatkan duka,” pintanya dengan penuh keharuan diiringi gerimis.
Sementara Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, H. Hendri didampingi Kepala Bagian Tata Usaha H. Irwan saat diwawancara usai shalat menyampaikan shalat istisqa ini dalam rangka memohon hujan agar kabut asap yang menyelimuti Sumatera Barat dan sekitarnya serta Indonesia dilenyapkan oleh Allah.
“Dengan turunnya hujan bencana demi bencana yang dirasakan masyarakat kita segera berakhir. Karena dengan kondisi asap sekarang bukan hanya manusia yang mengalami dampaknya tapi hewan-hewan juga merasa tersiksa dengan terbakarnya hutan dan lahan yang ada di Indoensia ini,” papar Hendri.
Disamping itu, Kepala Kanwil juga menghimbau masyarakat untuk memperbanyak istighfar, melakukan kebaikan dengan mengurangi dosa kecil dan dosa besar. Ia juga menghimbau masyarakat menghindari segala macam kezaliman sehingga rahmat Allah dekat kepada kita. (hsb)