Matahari memerah mulai menghilangkan diri diiringi suara Adzan Maghrib seolah-olah mengucapkan selamat jalan kepada sang Surya. Redupnya cahaya surya juga disambut meriah angin kencang yang disertai tetesan hujan membuat suara katak semakin menjadi-jadi ketika tetesan hujan mulai membasahi bumi nan kering kerontang itu.
DHARMASRAYA – Senin (23/9), mulai sekitar pukul 18.25 WIB hingga tengah malam, berlahan tetesan hujan mulai membasahi dedaunan yang asyik bergoyang menikmati irama angin nan menggoda. Hampir 3 bulan lamanya kemarau panjang menguasai Kabupaten Dharmasraya, bahkan kabut asap ikut berperan menjadi iklim keempat di bumi tropis cati nan tigo.
Kabut asap yang akrab disebut jerebu itu merupakan produk import dari provinsi tetangga, baik dari provinsi Riau maupun Jambi. Walaupun kebakaran lahan telah menghanguskan hampir 100 hektar perkebunan sawit dan karet, tidak menjadikan cati nan tigo sebagai sumber utama penghasil kabut asap yang menyelimuti bumi mekar selama 10 hari terakhir.
Namun, pasca alek gadang Dharmasraya Festival Pamalayu dan peringatan Hari Maritim Nasional kedua, pasca ditetapkan pada 1964 lalu oleh presiden Ir. Soekarno, akhirnya diguyur hujan deras selama 4 jam sejak.
Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Dharmasraya tersebut mendapatkan respon luar biasa dari seluruh masyarakat. Hal ini dimulai dengan cuitan Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan di akun pribadi facebooknya mengucapkan syukur atas nikmat hujan yang mengguyur bumi cati nan tigo.
“Alhamdulilah hujan. Terima kasih ya Allah Swt. Kesejukan untuk Dharmasraya,” tulis Bupati Muda se Indonesia.
Sontak saja cuitan bupati tersebut direspon ribuan warganet dengan beragam komentar.
“Alhamdulillah, semoga hujan ini membawa keberkahan bagi masyarakat Dharmasraya dan sebagai tanda penyejuk Dharmasraya ke depannya,” komentar Sekretaris Dinas perhubungan Dharmasraya, Atrizal.
Sementara itu, Lili Susanti turut bersyukur atas nikmat hujan yang membasahi Dharmasraya, bahkan ia mengatakan kalau hujan ini merupakan berkah dari festival Pamalayu.
“Alhamdulillah, Barakallah, di festival Pamalayu ini hujan akhirnya turun lebat. Semoga ini menjadi berkah bagi semua masyarakat Dharmasraya,,” ujar Lili Susanti dengan penuh rasa syukur. (g)





