PADANG, METRO – Usai laga terakhir Semen Padang FC menjamu PSM Makassar di Stadion GOR H Agus Salim, Senin (23/9) menuai pro kontra terkait kondisi rumput stadion kebanggaan urang minang ini. Ya, sepanjang pertandingan Semen Padang FC berlangsung, kondisi rumput stadion saat disaksikan oleh POSMETRO, Senin (23/9) dari atas di tribun barat memberi kesan yang negatif. Bahkan, masyarakat pecinta tim Semen Padang FC yang menyaksikan pertandingan tersebut dilayar kaca juga merasakan hal yang sama. Bahwa, kondisi rumput di Stadion H Agus Salim tampak tidak terawat baik.
Banyak hujatan yang terdengar di tribun dan terlihat di beberapa media sosial yang mensupport Semen Padang FC, dari kalangan suporter, bahkan umum sekalipun. Kolom komentar menjadi wadah caci makian para netizen terkait rumput stadion, tidak sedikit yang sarkasme. Bahwa kondisi rumput stadion H Agus Salim tidak pantas digunakan untuk pertandingan kasta tertinggi sepakbola Indonesia, atau Liga 1 2019.
Dilirik dari salah satu akun fanbasenya Semen Padang, @buekbanggaranahminang memposting hasil jepretan di layar ponsel, yaitu keadaan rumput Stadion H Agus Salim kala menjamu PSM Makassar. Pada postingan tersebut, @buekbanggaranahminang ini sejatinya menyidir satu kalangan yang berwenang atas kelayakan stadion.”Rumput standar FIFA terbaru 2059,” tulisnya di kolom caption sembari capslock menyala.
Pada postingan tersebut, tentu netizen banyak ikut berkomentar, terkait stadion, ada yang mengatakan kandang sapi, kandang kerbau dan hal semacamnya. “Rumpuik lah abis dimakan jawi min,” tulis @jebril_sanur
“Iko sawah nan alah kariang,” tulis @marwansaaluddin “Pemkot miskin,” tulis @fulkifzn juga.
Hal tersebut hanya beberapa saja, masih banyak lainnya protes terkait kondisi rumput stadion H Agus Salim Padang. Sebelumnya, Pelatih Barito Putera Djajang Nurjaman saat bertamu ke Padang dalam lanjutan Liga 1 Indonesia juga bekomentar terkait kualitas rumput di stadion H Agus Salim.
“Kualitas rumput stadion disini termasuk yang tidak bagus, keras, jalan bola tidak stabil membuat pemain saya sedikit kewalahan,” ujar Djajang usai laga menghadapi Semen Padang beberapa waktu lalu.
Hal tersebut juga di ucapkan oleh Seto Nurdiantoro Pelatih PSS Sleman dalam laga tandangnya ke Padang, Seto mengatakan pada pertandingan tersebut permainan cukup menarik, namun sedikit ada kendala pada kualitas rumput stadion H Agus Salim.
“Permainan menarik, namun untuk mengenai stadion mungkin ada kurangnya disini, rumputnya keras dan tidak datar,” kata Seto.
Mendengar banyaknya tanggapan negatif terhadap markas tim yang berjuluk Kabau Sirah ini, koran ini mencoba mengkonfirmasi langsung kepada pihak Pemko Padang yang mengelola stadion tersebut.
Kepala Dispora Padang, Mursalim saat dihubungi, Selasa (24/9) mengatakan, bahwa pihaknya mengakui bahwa kondisi rumput stadion memang tidak baik. “Kita sama merrasakan, kita dilanda kemarau panjang, sumber air kering, namun dengan keadaan tersebut untuk rumput, kita sudah maksimal, setiap sore hari rutin disirami air agar tetap baik,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihak Pemko Padang juga ingin memperbaiki kondisi Stadion itu secara total. Namun saat ini terhalang disebabkan status kepemilikan aset stadion, yaitu aset stadion H Agus Salim dipegang provinsi. Sedangkan, pemko sebagai pengelola saja.
“Kita tidak bisa lakukan perubahan, karena itu asetnya provinsi, kita hanya bisa memperbaiki-memperbaiki yang rusak saja, dan itu untuk perbaikan kami sudah lakukan,” ujar Mursalim.
Mursalim juga mengatakan bahwa keadaan stadion H Agus Salim saat ini tidak bisa di perbaiki, tetapi harus dirombak total.
“Kondisi stadion saat ini jika dilakukan perbaikan tidak akan menyelesaikan masalah, GOR itu harus dirombak total dan kami di Pemko tidak bisa melakukan perombakan, karena aset provinsi. Jika kami paksakan untuk memasangkan anggaran kami pada stadion tersebut, kami bisa saja didatangi BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” ujar Mursalim.
Mursalim menambahkan, di tahun 2019 ini masa tenggat waktu pengelolaan GOR sudah akan habis.
”Ini sudah masuk pada tahun terakhirnya, dan untuk tahap kedua kami juga sudah mengajukan kepada provinsi agar stadion itu dihibahkan saja ke Pemko Padang agar kami bisa bekerja untuk melakukan pembenahan, sebab stadion harus dirombak habis,” katanya.
Terkait retribusi, Mursalim juga mengatakan bahwa pihak dari Semen Padang FC atau siapapun yang menggunakan stadion H Agus Salim lancar, tidak ada kendala.
”Pemakaian stadion kita batasi, tidak boleh sembarang orang menggunakan, jika ingin menggunakan harus bayar retribusi, terkait retribusi, Semen Padang lancar kok, tidak ada kendala,” tutupnya. (heu)





