BERITA UTAMA

Mayat Petani Ditemukan Mengapung di Sungai

0
×

Mayat Petani Ditemukan Mengapung di Sungai

Sebarkan artikel ini
Mayat petani— Warga menemukan sesosok mayat laki-laki mengapung di aliran sungai Batang Tambangan, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Minggu (14/2) siang.

 
PASAMAN, METRO–Sesosok mayat laki-laki ditemukan tewas mengapung di aliran sungai Batang Tambangan, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Minggu (14/2) siang. Sosok tubuh mengenakan baju polo shirt warna kuning, celana pendek hitam, membuat warga heboh.

Korban diketahui bernama Isap (40), seorang petani warga Kampung Bombay, Jorong Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan. Mengetahui kejadian itu, warga berbondong-bondong menuju lokasi tempat kejadian peristiwa (TKP). Isap, ditemukan oleh salah seorang warga setempat.

Isap dikenal sebagai salah seorang warga yang baik dan ramah. Warga banyak yang tidak menyangka kalau korban ditemukan tak bernyawa di dalam sungai. Namun, ia diketahui memiliki riwayat penyakit menahun, yakni sawan atau epilepsi.

Warga dibantu kepolisian kemudian melarikan korban ke Puskesmas Pegang, Kecamatan Panti, menggunakan ambulance untuk penanganan lebih lanjut. Kapolsek Panti AKP Dasman membenarkan kejadian penemuan mayat tersebut. Ia mengatakan, mayat tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa lagi.

”Hasil identifikasi sementara kepolisian, korban diduga meninggal karena tenggelam dan memiliki riwayat penyakit epilepsi (sawan),” kata AKP Dasman.

Dari identifikasi sementara, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Namun penyelidikan masih terus dilakukan oleh Polres Pasaman untuk kejelasan kejadian tersebut.
”Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban kita temukan. Keluarga korban sudah mengetahui kejadian ini. Kasus sedang kita tangani,” ujarnya.

Ia mengatakan, kalau korban sudah meninggalkan rumah sejak subuh. Korban sendiri tidak pamit dengan keluarga saat meninggalkan rumah. Hingga siang korban tidak kunjung pulang hal itu membuat keluarganya panik. “Keluarga korban saat terbangun, tidak menemukan korban di kamarnya. Lalu mencari dia disekeliling kampung,” ujar Dasman.

Rencananya, usai menjalani pemeriksaan di Puskesmas Pegang Baru, korban Isap akan dibawa kerumahnya untuk disemayamkan. “Usai divisum dokter Puskesmas, korban dibawa ke rumah untuk disemayamkan,” ungkapnya. (y)