METRO PADANG

Andre: Jokowi tak Layak Bergelar Putra Reformasi

0
×

Andre: Jokowi tak Layak Bergelar Putra Reformasi

Sebarkan artikel ini

ADINEGORO, METRO – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra sekaligus mantan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti tahun 2011, Andre Rosiade, mengkritik rencana almamaternya memberikan anugerah gelar putra Reformasi kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
”Saya menolak rencana pihak Universitas Trisakti memberikan penghargaan Putera Reformasi kepada Pak Jokowi. Maaf saja, dia tidak layak diberikan gelar kehormatan itu dari almamater saya,” kata Andre yang juga anggota DPR RI terpilih asal Sumbar itu.
Andre menyebut, gelar tersebut tidak layak diberikan kepada Jokowi yang sampai saat ini belum memenuhi janjinya menuntaskan kasus 12 Mei 1998. “Pak Jokowi itu penikmat reformasi, bukan Putera Reformasi. Di zaman Jokowi, semangat reformasi mulai menurun. Kebebasan berpendapat semakin menurun. Contohnya, UU KPK direvisi, padahal reformasi menginginkan pemberantasan korupsi,” sebut Andre Rosiade.
Ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu menyebutkan, masih banyak tokoh-tokoh lain yang lebih layak diberikan gelar itu. Bukan mentang-mentang Presiden, lalu diberi gelar kehormatan. ”Saya tak ingin menyebutkan nama-nama yang layak. Takut nanti disalahartikan,” kata Andre yang juga anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra ini.
Kritik Andre ini menyusul beredarnya surat berkop Universitas Trisakti bernomor 339/AK.15/USAKTI/R/IX/2019. Surat itu ditujukan kepada Menteri Sekretaris Kabinet terkait rencana pemberian penghargaan kepada Presiden Jokowi.
Di surat itu tertulis, dalam rangka peringatan Dies Natalis Universitas Trisakti ke-54, Presiden Jokowi akan diberikan penghargaan sebagai Putera Reformasi. Disebut, penghargaan dipersembahkan kepada Jokowi atas karya dan keberhasilan dalam mendukung cita-cita gerakan reformasi yang diawali dari peristiwa 12 Mei 1998 di Kampus Trisakti. Surat itu ditandatangani Rektor Universitas Trisakti Ali Ghufron Mukti tertanggal 12 September 2019. (r)