BERITA UTAMA

Idap Penyakit, Piak Roti Tewas di Sungai

0
×

Idap Penyakit, Piak Roti Tewas di Sungai

Sebarkan artikel ini

PADANGPARIAMAN, METRO – Sempat dilaporkan hilang sejak pagi, Piak Roti (55) warga Korong Surau Cubadak, Nagari Monggopoh Cubadak Palak Gadang Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, berhasil ditemukan BPBD gabungan yang melakukan pencarian, namun sayangnya dalam kondisi tidak bernyawa dan mengambang di Sungai Batang Ulakan, Minggu (22/9) sekitar pukul 15.20 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Padangpariaman, Yendri menyampaikan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban dikabarkan meninggalkan rumah sejak pukul 05.00 WIB. Terakhir kalinya terlihat oleh anaknya, korban masih duduk di teras rumahnya.
“Korban berada di teras rumah, hendak pergi sholat subuh di Surau, tepat di depan rumahnya. Kemudian, pukul 07.00 WIB anak korban melihat korban tidak ada di kursi dan di surau. Keluarga korban sempat mencari di sekitar rumah dan lokasi yang sering dikunjungi korban,” kata Yendri.
Yendri menambahkan beberapa jam melakukan pencarian, pihak keluarga tidak juga mendapat tanda-tanda keberadaan korban. Sekitar pukul 11.00 WIB, keluarga korban kemudian melaporkannya ke Pusdalops BPBD dan langsung ditindaklanjuti dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dibantu TNI dan Polri.
“Kita awalnya mencari di sekitar sungai dan selama empat jam korban tidak juga ditemukan. Kita perluas pencarian dengan menyisiri sungai sejauh 300 meter dari rumah korban, hingga korban berhasil kita temukan dalam kondisi telah meninggal dunia,” ungkap Yendri.
Usai ditemukan, Yendri menjelaskan pihaknya langsung melakukan evakuasi dari sungai ke pinggir sungai dan kemudian dimasukkan ke dalam kantong mayat. Setelah itu korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dilanjutkan dengan penguburan.
“Menurut keterangan keluarga korban, bahwa korban sebelumnya mengalami penyakit asma dan stroke ringan. Diduga korban terjatuh ke sungai dan kemudian meninggal dunia,” tutupnya. (z)

Baca Juga  Aksi Kolaborasi Yayasan AHM bersama Honda Hayati, Lestarikan Flora dan Fauna Indonesia