METRO PESISIR

LGBT Ancam Generasi Muda

0
×

LGBT Ancam Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO – Karang Taruna Kota Pariaman melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya LGBT dan kenakalan remaja di SMKN 4 Pariaman ditinjau dari aspek kesehatan, agama dan sosial budaya dengan menggandeng beberapa tokoh muda Kota Pariaman. Adapun nara sumber yang dihadirkan mulai dari unsur kesehatan (Kak Evi), tokoh agama (Ustaz Tk. Ilyas) dan Aktifis sosial yang juga Ketua RPSA Delima (Bundo/ Teta Sabar) serta relawan yang peduli dengan permasalahan sosial khususnya anak dan remaja.
“Alhamdulilah, kami mendapatkan respon yang positif dan antusias dari siswa selama kegiatan berlangsung,” ujar pengurus Karang Taruna Kota Pariaman, Elget Oktavia.
Kegiatan ini merupakan keikutsertaan dan perhatian dari Karang Taruna Kota Pariaman yang melihat banyaknya pengaruh globalisasi yang mengancam kepada generasimuda saat ini, mulai dari kenakalan remaja, seks bebas, narkotika dan LGBT.
“Kita berharap dengan acara seperti ini, para pelajar yang ada di Kota Pariaman, dapat memahami dan mengetahui tentang bahaya dari semua hal negatif tersebut dan pengaruhnya dalam kesehatan dan kehidupan mereka kedepanya”, ucapnya lebih lanjut.
“Kami juga mengucapkan terima kasih untuk para narasumber-narasumber yang hebat yang telah meluangkan waktunya untuk generasi muda. Hal ini tidak terlepas dari kekompakan pengurus Karang Taruna Kota Pariaman periode 2019-2024”, ulasnya.
Karang Taruna Goes To Scholl merupakan salah satu program yang ada di Karang Taruna Kota Pariaman. Untuk selanjutnya akan digilir sekolah SMP dan SMA se derajat yang ada di Kota Pariaman. “Pemuda masa depan, pemuda harapan dan Saatnya pemuda bergerak,” tandasnya mengakhiri
Sebelum Wakil Walikota Mardison Mahyuddin mengatakan, tiga dari sembilan warga terjangkit human immunodeficiency virus (HIV) yang ditemukan di Kota Pariaman, selama 2019 meninggal dunia, sedangkan enam lagi masih menjalani pengobatan.
“Artinya dari 51 kasus HIV yang ditemukan sejak 2009 hingga 2019, sudah 13 orang yang meninggal dunia,” sebut Mardison Mahyuddin pada Sosialisasi Nikah Sehat di Pariaman, kemarin..
Disebutkan, 29 dari 51 kasus HIV tersebut merupakan warga Kota Pariaman, sedangkan sisanya merupakan warga dari luar daerah yang pindah ke Kota Pariaman.
Dari puluhan kasus HIV tersebut dominan disebabkan hubungan laki-laki dengan laki-laki denganpersentase lebih dari 25 persen.
Ia menyampaikan untuk menekan penyebaran virus tersebut pihaknya telah membuat sejumlah kebijakan, mulai dari membuat peraturan daerah yang melarang LGBT serta mewajibkan calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Selain itu mengantisipasi peredaran narkoba serta pergaulan bebas agar mulai 2020 daerah tersebut bebas dari virus mematikan itu. Kami ingin menciptakan generasi sehat dan bahagia, sehingga tercipta sumber daya manusia yang unggul.
“Kepada seluurh elemen masyarakat di minta peran serta dari untuk membantu menekan penyebaran penyakit mematikan itu,” katanya. (efa)

Baca Juga  OPD harus Terlibat Aktif Tangani Covid