BERITA UTAMA

Kualitas Udara Sumbar Sudah tak Sehat

0
×

Kualitas Udara Sumbar Sudah tak Sehat

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Langit Kota Padang dan hampir sejumlah kabupaten/kota di Sumbar masih belum bersahabat hingga akhir pekan ini. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di provinsi tetangga Riau masih ‘betah’ bergelayut di langit. Sudah hampir tiga pekan terakhir.
Sabtu (21/9), berdasarkan pengukuran PM10 pukul 10 wib oleh Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang di Kabupaten Agam, kualitas udara menunjukkan angka *260 mikrogram/m3*. Hal ini dinilai sudah berada jauh di atas baku mutu PM10 yaitu 150 ug/m3. Ini artinya, kualitas udara sudah sangat tidak sehat lagi.
Berdasarkan keterangan tertulis yang dari GAW Kototabany, parameter Aerosol Optical Depth (AOD) menunjukkan nilai >1.6 yang berarti kondisi udara terkontaminasi partikulat padat seperti debu dan partikel asap kebakaran.
Kepala GAW Bukit Kototabang Wan Dayantolis, dalam keterangannya mengungkapkan, berdasarkan model satelit kondisi paling pekat pada wilayah perbukitan ke arah timur Sumbar seperti Padangpanjang, Bukittinggi hingga Sawahlunto dan Kota Payakumbuh.
“Sebaran asap dari Satelit Himawari menunjukan asap terpantau merata di seluruh Sumbar,” katanya.
Dikatakan, adanya hujan pada beberapa tempat belum efektif menurunkan tingkat polutan karena sumbernya berasal dari luar Sumbar. “Angin secara umum mengarah dari arah tenggara di mana masih banyak terlihat hotspot pada wilayah tenggara/timur di luar Sumbar tersebut,” lanjut Wan.
Ia mengimbau, untuk mengurangi aktifitas diluar ruangan. Karena kondisi kualitas udara yang buruk dapat dijadikan pertimbangan langkah antisipasi kepada pihak-pihak terkait.
Kualitas udara di sejumlah daerah di Sumbar sudah dinyatakan makin menurun sejak 13 September lalu oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar. Hal tersebut juga diketahui semakin mengganggu aktivitas warga, bahkan mengantisipasi hal itu Pemprov Sumbar bersama dinas terkait telah membagi-bagikan masker kepada masyarakat di Kota Padang.
Sebagai antisipasi, kata Siti Aisyah lagi, pihaknya terus melakukan pemantauan kualitas udara dengan cara manual karena alat pengukur udara di Sumbar terbatas. Selain itu, pihaknya juga meminta setiap Kabupaten/Kota untuk menurunkan tim melakukan pengujian karena ada perlatan portable.
“Kita minta Dhamasraya dan Limapuluh Kota melakukan pengukuran manual menggunakan peralatan portable yang mereka miliki atau menggunakan jasa laboratorium, kalau kita kan harus dipasang terus (alat pengukur udara, red),” tambah Siti Aisyah.
Sebelumnya, Kepala DLP Sumbar Siti Aisyah mengimbau kepada masyarakat agar aktivitas di luar ruangan. Jika ada yang rutin melakukan kegiatan olahraga sebaiknya dikurangi dan jika memang harus keluar rumah harus menggunakan masker agar tidak berdampak kepada kesehatan. Namun melihat kondisi saat ini masih belum diperlukan.
“Jika ingin jalan-jalan ditahan dulu, jalan keluar rumah. Tapi kondisi sekarang masih baik, saya terus pantau perkembangan udaranya, satu atau dua hari nanti pasti saya informasikan lagi,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yulieaday mengatakan, dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh kabut asap ini cukup banyak. Jangka pendeknya, penyakit yang bisa disebabkan kabut asap seperti infeksi saluran pernafasan atas, iritasi mata, dan asma.
“Sedangkan untuk jangka panjangnya adalah bisa menyebabkan kanker paru-paru,” kata Merry.
Sekolah Diliburkan
Akibatnya buruknya kualitas udara, sejumlah kabupaten/kota mulai meliburkan proses belajar mengajar (PBM). Di Tanahdatar, Pemkab mengeluarkan ketegasan untuk meliburkan peserta didik seluruh tingkatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanahdatar Riswandi, mengatakan Pemkab akhirnya memutuskan untuk meliburkan seluruh siswa selama tiga hari, dimulai dari Sabtu (21/9) hingga Senin (23/9).
Namun, meski PBM libut, Dinas Pendidikan akan melihat lebih lanjut perkembangan kondisi kabut asap pada Selasa mendatang. Tidak menutup kemungkinan, jika kondisi kabut asap kian memprihatinkan, pemerintah daerah akan memperpanjang jadwal libur siswa.
“Diharap siswa dan siswi untuk memanfaatkan waktu libur dengan kegiatan positif. Kita imbau kurangi aktivitas di luar karena asap masih mengganggu,” ulasnya. (rgr/mil/ant)