METRO PADANG

Dishub terus Razia Trans Padang, Amran: Kok Pemko Mengusir Rakyat?

0
×

Dishub terus Razia Trans Padang, Amran: Kok Pemko Mengusir Rakyat?

Sebarkan artikel ini

MATO AIA, METRO – Petugas dari Dinas Perhubungan Kota Padang akan terus melakukan razia guna memastikan semua penumpang Trans Padang membayar ongkos pakai kartu Brizzi. Saat ini tim pengawas sudah dibentuk dan akan mencek secara rutin keberadaaan kartu brizi penumpang. Jika tak ada, maka penumpang bakal disuruh turun dan dipersilahkan mencari angkutan lain.
“Kemajuan teknologi itu tak bisa dibendung. Kita sudah sepakat untuk menggunakan kartu brizi. Jadi jangan hanya gara gara satu atau dua orang yang tak punya karti brizi program non tunai gagal,” sebut kepala Dishub Kota Padang, Dian Fakri, kepada koran ini.
Ke depannya tim pengawas akan tetap memeriksa. Bagi penumpang yang tidak memiliki kartu, disuruh turun dan mencari angkutan lain. Hal ini agar pembayaran Trans Padang masuk secara penuh ke kas daerah tampa ada permainan.
Menurut Dian, saat ini disinyalir masih ada saja ulah oknum penumpang yang mencoba bermain dengan pramugara. Sang penumpang memberikan uang tunai kepada pramugara. Tak hanya itu, bahkan penumpang yang sudah punya kartu Brizzi pun ada yang tidak menempelkan kartunya di mesin tempel Brizzi. Mereka cukup menyelipkan uang Rp2.000 pada pramugara. Dengan demikian, sang penumpang beruntung Rp1500. Dan pramugara mendapat uang Rp2.000.
Ketika petugas pemeriksa datang, sang penumpang akan diminta untum meepel kartunya dan memberikan struk pembayaran.
”Bagi yang sudah terlanjur menyelipkan uang ke pramugara, maka terpaksa bayar dua kali. Soalnya akan kita minta lagi mereka menempel kartu dan mengambil struk pembayaran dari mesin Brizzi,” terang Dian.
Dia berpendapat, ketegasan ini akan membuat masyarakat atau penumpang jera bermain dengan pramugara dan uang negara bisa terselamatkan. Anggota DPRD Kota Padang, Amran Tono sangat menyayangkan petugas Dishub menyuruh turun penunpang yang tak membayar dengan kartu Brizzi. Menurutnya, tindakan itu sangat naif sekali. Pasalnya trans Padang dibeli dari duit masyarakat bukan swasta. Bus Trans Padang juga bertujuan untuk melayani masyarakat.
”Tindakan itu tidak bagus. Masa pemerintah ngusir rakyatnya. Mobil itu dibeli dengan duit masyarakat untuk melayani masyarakat. Itu bukan pakai duit swasta,” tegas Amran.
Idealnya, sebut Amran, Dishub terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kepada penumpang yang tak punya kartu brizi diingatkan lagi pada saat menaiki bus. Bagi yang kebetulan belum memiliki, hendaknya masih diberi dispensasi untuk membayar secara tunai. Tapi disamping itu mereka tetap diingatkan agar untuk naik berikutnya membayar secara non tunai.
“Paling yang tak punya kartu brizi itu adalah mereka yang jarang naik bus Trans Padang atau orang orang dari luar daerah dan baru masuk ke kota Padang. Kalau yang naik bus tiap hari, pasti mereka sudah punya kartu,” kata Amran.
Ketegasan yang keterlaluan ini, terang Amran ,akan memberikan efek buruk juga pada nama Kota Padang. Terutama bagi para pendatang. Mereka diusir dari Trans Padang gara-gara tak punya kartu brizi.
“Mereka kan bayar, terima sajalah. Kalau disuruh turun itu, kan tak bagus. Nama kota Padang juga yang jelek,” katanya.
Idealnya, sebut Amran, pemerintah tetap menjalankan fungsi pembinaannya di samping tetap terus melakukan sosialisasi. (tin)