BERITA UTAMA

Wali Kota Pekanbaru Terserang ISPA, Warga Riau Ngungsi ke Sumbar

0
×

Wali Kota Pekanbaru Terserang ISPA, Warga Riau Ngungsi ke Sumbar

Sebarkan artikel ini

RIAU, METRO – Provinsi Riau kembali menjadi sorotan publik lantaran kebakaran hutan yang terjadi di daerah ini. Akibat kebakaran hutan, kabut asap beberapa hari ini melanda wilayah Riau. Kabut asap ini terjadi akibat kebakaran yang melanda hutan dan lahan di beberapa wilayah yang ada di Riau.
Meskipun di Pulau Kalimantan juga mengalami kabakaran hutan di beberapa wilayahnya, namun, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau memberikan dampak yang cukup parah untuk wilayah lainnya. Kiriman asap dan kabut dari provinsi ini juga sampai ke beberapa wilayah lainnya.
Bahkan Wali Kota (Wako) Pekanbaru Firdaus mengaku dirinya mulai terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dampak dari kabut asap yang tak berkesudahan menyelimuti Kota Pekanbaru. Dua hari terakhir, dia mulai sakit tenggorokan, batuk-batuk hingga suara menjadi serak.
Hal ini diungkapkannya usai pelaksanaan shalat istisqa yang digelar jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) eks Kantor Walikota Jalan Sudirman, Jumat (13/9) pagi tadi. ”Suara serak, tenggorokan batuk. Bisa jadi karena kabut asap juga, sudah dua hari,” ucapnya.
Apa yang dialaminya adalah yang juga mayoritas dialami warga Kota Pekanbaru selama bencana kabut asap. Apalagi, kualitas udara Kota Pekanbaru dalam sepekan terakhir tak membaik, malah cenderung memburuk. Ini mengakibatkan Kesehatan warga tak terkecuali dirinya juga terdampak.’’Pak Wali kan manusia juga,’’ kata dia.
Secara umum kualitas udara Pekanbaru berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) hingga Kamis (12/9) kemarin berada di level tidak sehat dengan Pm 10 berada di angka 123. Angka ini sudah meningkat terus selama tiga hari. Dimana pada Selasa (10/9) di angka 111, dan Rabu (11/9) 118. Terbaru Jumat (13/9) Pm 10 berada di angka 173.
Sementara itu, jumlah penderita ISPA di Pekanbaru dalam dua bulan terakhir juga cukup tinggi. Yakni pada Juli tercatat 3.540 kasus dan Agustus lebih dari 4.200 kasus.
Ngungsi ke Sumbar
Kabut asap di Kabupaten Kampar, Riau, semakin tebal. Jarak pandang semakin terbatas, termasuk di dalam Kota Bangkinang yang pada dasarnya jauh dari titik api. Menghadapi kondisi ini, warga mulai menyusun rencana untuk mengungsi ke daerah yang aman dari kabut asap.
Khairuddin Domo (51), warga Desa Muara Uway, Kecamatan Bangkinang bahkan akan mengungsi ke Sumatera Barat (Sumbar) malam ini. Khairuddin berencana membawa seluruh anggota keluarga yang saat ini masih berada di Kampar.
“Rencananya malam ini kami bertujuh orang langsung akan mengungsi ke Sumbar. Kebetulan ada kularga disana tapi mungkin tak bergantung pada merekalah, yang penting jauh dulu dari asap. Karena begini, menurut orang Dinas Kesehatan asap ini dua tahun yang akan datang baru kelihatan dampaknya. Kalau sekarang sekedar batuk, pusing saja,” sebut Khairuddin seperti dikutip Riau Pos, Jumat (13/9).
Mengungsi ke Sumbar ini bukan merupakan pengalaman pertama bagi Khairuddin. Sebelumnya pada 2017 dirinya juga sudah pernah mengungsi ke Sumbar, juga karena masalah asap. Dirinya menyebutkan, selain faktor usia dirinya sendiri, dirinya juga khawatir dengan kondisi anak-anak.
“Kalau memungkin udara kami cepat balik, sesuai dengan kondisi lah. Kalau masi seperti ini ya berlanjut. Tapi saya sebagai warga meminta Pemprov punya tanggungjawablah. Kondisi asapkan sudah parah, setidaknya menyediakan armada untuk warga yang mengungsi. Kalau sekarang ini kan biaya masing-masing. Gubri harusnya punya tanggung jawab, tolong bantu kami dapatkan udara bersih,” tutup Khairuddin. (rpg)

Baca Juga  Irwasda Polda Sumbar Arif Rahman Hakim Naik Pangkat jadi Brigjen