KHATIB, METRO – Tahun ini, tiga halte baru bus Trans Padang dibangun di Jalan Khatib Sulaiman bersamaan dengan pengerjaan trotoar di kawasan tersebut. Tiga halte baru tersebut dibangun untuk menggantikan halte lama yang akan dibongkar karena adanya pelebaran Jalan Khatib Sulaiman.
Titik-titik pembangunan halte baru tersebut yaitu di depan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V, dekat Trans Mart dan depan Stikes Alifah Padang. Saat ini, pengerjaan halte baru sedang berlangsung di depan BWSS V.
Sedangkan halte yang lama, baik yang ada di depan BWSS dan Stikes Alifah Padang, bagian atapnya sudah mulai dibongkar. Meski telah dibongkar atapnya, namun dua halte lama tersebut masih digunakan untuk menaikan dan menurunkan penumpang bus Trans Padang.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Yenni Yuliza mengatakan, dibuatkannya halte baru tersebut dimaksudkan agar arus lalu lintas di jalan utama tersebut lancar. Hal ini dikarenakan, Jalan Khatib Sulaiman saat ini sedang dilakukan pelebaran dari 9,2 meter menjadi 10,5 meter. Akibat pelebaran jalan tersebut, maka posisi halte Trans Padang digeser ke belakang.
“Jalan Khatib Sulaiman memiliki dua jalur. Rencananya, dengan adanya pelebaran jalan ini, setiap satu jalur akan dibuat tiga lajur. Masing-masing lajur akan memiliki lebar 3,50 meter,” ujar Yenni.
Yenni menambahkan, setiap halte baru Trans Padang, dibuat tempat pemberhentian bus khusus yang disebut teluk bus. Dengan adanya tempat tersebut, maka arus lalu lintas di Jalan Khatib Sulaiman tidak terganggu dengan adanya bus yang berhenti. Sebab tiga lajur jalan tetap lancar tanpa ada gangguan kendaraan yang berhenti.
Rencananya, di halte baru akan dilengkapi dengan bangku-bangku, jalur pemandu bagi penyandang disabilitas, kemudian ada ruang tunggu beratap. Pengerjaan halte ini akan selesai pada Desember nanti bersamaan dengan tuntasnya pengerjaan trotoar Jalan Khatib Sulaiman.
Yenni mengungkapkan, meski sedang berlangsung pengerjaan halte baru, namun tidak menganggu operasional bus Trans Padang. Selama pengerjaan berlangsung, untuk menaikan dan menurunkan penumpang masih menggunakan halte lama.
Progres Trotoar Khatib
Hingga saat ini, progres pengerjaan pembangunan sejumlah trotoar di Kota Padang sudah mencapai 59,31 persen. Progres tersebut merupakan pengerjaan pembangunan trotoar tersebut dilakukan di 16 titik ruas jalan.
“Untuk pengerjaan trotoar di Jalan Khatib Sulaiman, saat ini progresnya sudah mencapai 44,87 persen,” tandas Yenni.
Yenni mengatakan, untuk mempercantik trotoar di Jalan Khatib Sulaiman, juga telah dipasang bangku-bangku. Kemudian juga ditanam pohon tabebuya. Rencananya, di sepanjang trotoar yang dibangun di kawasan itu akan ditanam sebanyak 26 batang pohon tabebuya.
“Selain itu, di trotoar Jalan Khatib Sulaiman, juga akan dipasang lampu pedestrian. Lampu-lampu tersebut akan dipasang setiap jarak 15 meter,” bebernya.
Tahun ini, Pemko Padang membangun trotoar di kawasan SMA 1 Padang, Jalan Beringin Raya, Jalan Khatib Sulaiman, Jalan Gajah Mada, Jalan Proklamasi, Jalan Ksatria, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Agus Salim, Jalan MH Thamrin dan Jalan Kampung Nias. Kemudian, Jalan Veteran, Jalan Sutan Syahril, Jalan Kis Mangunsarkoro, Jalan S Parman, Jalan Proklamasi, Jalan Raya Siteba, Jalan Jamal Jamil dan Jalan Andalas.
Trotoar-trotoar yang dibangun tersebut, dilengkapi dengan jalur pemandu bagi penyandang disabilitas. Kemudian, juga dilengkapi dengan ram yang merupakan tempat naik turunnya kursi roda.
Tahun ini pengerjaan pembangunan trotoar di Kota Padang dianggarkan senilai Rp32 miliar. Anggaran itu dialokasikan untuk membangun trotoar sepanjang 11,5 km di 16 titik.
Target penyelesaian pengerjaan pembangunan trotoar tahun ini, berbeda di beberapa titik. Untuk pengerjaan trotoar di Jalan Sawahan, Jalan S Parman dan Jalan Kis Mangunsakoro, ditargetkan tuntas pertengahan November. Sedangkan titik-titik lainnya, ditargetkan tuntas pengerjaan trotoarnya pada Desember nanti. Termasuk di dalamnya pengerjaan trotoar di Jalan Khatib Sulaiman.
Untuk trotoar Jalan Khatib Sulaiman, pengerjaannya dilakukan sepanjang 1,3 km. Yaitu, mulai dari simpang depan RM Lamun Ombak hingga ke depan Hotel Whiz. Sisanya, akan dibangun tahun depan. Sedangkan lebar trotoar yang dibangun tersebut yaitu 6-8 meter.
Pembangunan trotoar di 16 titik dipilih karena memang sudah menjadi kebutuhan kota. Kemudian, juga ada usulan dari masyarakat melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). (uki)





