KURANJI, METRO – Efek kemarau panjang yang melanda Kota Padang saat ini makin meluas. Sejumlah kecamatan saat ini sedang dilanda kekeringan. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, saat ini efek kekeringan sudah meluas di titik titik tertentu di beberapa kecamatan di Kota Padang.
Masyarakat mengeluhkan air sumurnya mengering. Selain itu debit air sungai yang bersumber dari berbukitan juga mengecil bahkan tak mengalir lagi.
“Sekarang, kekeringannya makin meluas. Hampir di semua kecamatan. Apalagi hujan tak turun akibat debu,” sebut Kalaksa BPBD Kota Padang, Edi Hasymi, Jumat (13/9).
Kemarau ini, menurut Edi, akan terus berlangsung sampai bulan depan. Hujan tidak turun. Udara menjadi semakin berdebu. Karena selain mendapat debu kiriman, lingkungan juga cenderung berdebu karena hujan tak turun turun. Debu menjadi naik dan berterbangan di udara. Akibatnya, udara Padang menjadi tak sehat.
Kondisi ini juga diperparah dengan aktivitas pembakaran oleh masyarakat.
“Makanya kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar,” sebut Edi.
Terkait krisis air yang dialami masyarakat, BPBD telah bekerjasama dengan PDAM Padang untuk mengirim air tangki bagi warga yang memerlukan. Selain itu, karena udara sedang tak sehat, warga Kota Padang di harapkan tak keluar rumah. Karena kualitas udara buruk.
Pantauan POSMETRO kemarin, aliran sungai Batang Kuranji yang melewati Lambung Bukit terlihat mengecil. Akibatnya, sejumlah titik saluran drainase yang di pasok dari sungai Batang Kuranji menjadi ikut kering. (tin)





