PADANG, METRO – Setelah sukses meraih bintang predikat Gold pada ajang International Convention On Quality Control Circle (ICQCC) tahun 2018 di Singapura, PT Semen Padang kembali mengirim tim inovasinya untuk bersaing pada ICQCC tahun 2019 yang akan digelar pada 23-28 September mendatang di Jepang.
Kali ini, tim yang dikirim ke negera berjulukan Negeri ’Matahari Terbit’ itu berasal dari Unit Produksi Semen. Tim tersebut bernama Tim Extrill. Saat ini, tim yang terdiri dari lima orang karyawan PT Semen Padang itu tengah melakukan persiapan jelang digelarnya ICQCC di Kota Tokyo.
Kelima karyawan dari perusahaan semen plat merah di Kota Padang itu, terdiri dari Daniel Eko Susilo sebagai Ketua Tim Extrill, Arif Cahyadi sebagai Sekretaris, dan tiga orang anggota Tim Extrill yang terdiri dari Dwi Sukmanadi, Ridwan dan Dedi Kurnia.
“Saat ini kami masih memantapkan persiapan, terutama pemantapan presentasi yang dilakukan 2-3 kali dalam seminggu sejak Juli kemarin. Presentasi menggunakan Bahasa Inggris, dan kami juga dibimbing oleh Nurfitrina Rosman, dari yayasan Dwimitra Serpia Persada,” kata Ketua Tim Extrill Daniel Eko Susilo, Jumat (13/9).
Pada ICQCC di Jepang nanti, lanjutnya, Tim Extrill nantinya akan mempresentasikan inovasi yang berjudul, “Meningkatkan Kehandalan Peralatan Extraction Silo Semen 13 & 14 di Indarung dengan Pergantian Accordion Metal Cone dan Penggunaan Filter Bag Bekas”.
Selain memantapkan presentasi, Kepala Bidang Operasional Packer Indarung itu juga menuturkan bahwa timnya, juga akan memperlihatkan prototipe accordion yang dibuat dari plastik kepada tim penilai ICQCC. “Pada saat presentasi nanti, kami pakai baju batik, biar kelihatan lebih Indonesia,” imbuhnya.
Dijelaskannya, inovasi Extration Silo Semen ini perlombakan pada ICQCC tahun 2019 ini, karena inovasi yang telah dilakukan itu membawa benefit untuk perusahaan. Sebagai buktinya, yaitu melakukan pergantian accordion luar dan dalam yang ada pada Extration Silo Semen.
“Accordion luar yang sebelumnya dari besi, kami ganti dengan kain filter bag bekas. Kemudian accordion dalam diganti dengan metal cone (lamel-lamel besi).
Dengan pergantian tersebut, membuat perusahaan hemat hingga Rp550 juta lebih per tahun. Penghematan tersebut berasal dari Rp300 juta untuk spartpac dan Rp250 juta dari potensi keuntungan,” jelasnya.
Inovasi terhadap Extration Silo Semen itu dilakukan, kata Daniel Eko Susilo melanjutkan, berawal dari adanya permasalahan yang terjadi pada accordion. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, perusahaan butuh waktu hingga enam bulan lamanya. Oleh sebab itu, munculah ide untuk mengimprove sendiri accordion yang rusak tersebut.
“Pemanfaatan dari inovasi yang kami lakukan ini, juga telah diterapkan oleh perusahaan untuk Packing Plant PT Semen Padang di Dumai sejak 2017 lalu. Hasil inovasi itu diterapkan, karena metal cone-nya awet. Kalau ada pergantian, itu hanya pada filter bag bagian accordion luar, dan proses penggantinya paling lama 2 jam,” bebernya.
Sementara itu, Staf Total Productive Maintenance Officer PT Semen Padang Hernes, ST, mengatakan bahwa Tim Extrill dikirim mewakili perusahaan pada ajang ICQCC di Jepang bukan serta merta, tapi melalui penyeleksian yang dmulai dari tingkat internal, yaitu melalui Semen Padang Improvement Event (SPIE) tahun 2018. Pada SPIE, Tim Extrill meraih predikat Platinum.
Kemudian pada ajang tingkat nasional, yaitu Temu Karya Mutu dan Produktifitas Nasional (TKMPN) ke-22 di Batam yang juga dilaksanakan pada 2018 kemarin, Tim Extrill PT Semen Padang ini juga meraih predikat Platinum. “Ajang TKMPN itu diikuti oleh tim inovasi dari berbagai perusahaan-perusahaan besar di Indonesia,” katanya.
Pada ajang ICQCC di Jepang nanti, Hernes yang ikut mendampingi Tim Extrill, berharap agar tim inovasi PT Semen Padang ini bisa kembali meraih predikat yang memuaskan bagi perusahaan, apalagi ajang inovasi ini diikuti oleh berbagai perusahaan besar di Asia. “Mudah-mudahan, Tim Extrill nantinya bisa tampil optimal dan bisa kembali meraih predikat Gold,” ujarnya. (rel/ren)





