PURUS, METRO – Indonesia sedang berduka atas kepergian Presiden ke-3 RI, BJ Habibie untuk selama-lamanya. Habibie mengembuskan napas terakhir pada Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB. Pemerintah pun sudah menetapkan hari berkabung nasional selama 3 hari ke depan hingga 14 September.
Imbauan untuk memasang bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung atas meninggalnya Presiden RI ke-3 uty diterapkan sebagian masyarakat dan sejumlah perkantoran pemerintahan di Kota Padang. Namun sebagian lagi belum peduli dengan imbauan tersebut.
Pantauan POSMETRO, Kamis (12/9) di kawasan Purus Padang, sebagian warga bangunan masyarakat terlihat memasang bendera setengah tiang. Begitu juga di salah satu kampus swasta yang ada di lokasi itu. Bendera setengah tiang terlihat di pasang di tiang bendera kampus.
Namun berbeda dengan sejumlah perkantoran pemerintah di sepanjang jalan Ujung Gurun Padang. Ada yang tidak terlihat ak memasang bendera. “Seharusnya semua kantor pemerintahan memasangnya karena sudah intruksi dari pusat,” ujar Fadli (40), warga di kawasan jalan Ujung Gurun.
Warga lainnya Eri (45) mengatakan pemasangan bendera setengah tiang adalah wujud Indonesia sedang berbelasungkawa. Idealnya memang harus dipatuhi sebagai bentuk duka sebagai anak bangsa atas kehilangan salah seorang tokoh negara.
“Mari kita sama sama pasang. Apa salahnya kita ikuti imbauan tersebut,” ujarnya.
Seperti yang diketahui, Kementerian Sekretaris Negara mengeluarkan surat edaran bersifat sangat segera dalam hal Pengibaran Bendera Negara Setengah Tiang dan Hari Berkabung Nasional, Rabu (11/9).
Surat ini ditunjukkan kepada para Pimpinan Lembaga Negara, Gubernur Bank Indonesia, para Menteri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, dan pimpinan lembaga non struktural dan lembaga pemerintah non kementerian.
Selain itu, juga para Gubernur, Bupati, dan Walikota di seluruh Indonesia, para pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga kepala perwakilan Indonesia di luar negeri.
Figur BJ Habibie sangat ideal dijadikan teladan seluruh masyarakat Indonesia. BJ Habibie merupakan sosok pemimpin sederhana dan memiliki kepedulian tinggi terhadap perjalanan bangsa.
Sementara dalam kehidupan pribadi, sosok BJ Habibie dinilai sebagai suami yang setia dan kepala keluarga yang berwibawa tapi perhatian serta menyayangi keluarga. (tin)





