DHARMASRAYA, METRO – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Dharmasraya sejak beberapa hari terakhir dan sudah mulai mempengaruhi kualitas udara, ternyata belum berpengaruh terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Dinas Pendidikan Dharmasraya belum meliburkan aktifitas sekolah, karena polusi udara dianggap masih berada di level aman.
“Belum kita liburkan, mengingat batas konsentrasi polusi udara atau nilai ambang batas masih dilevel aman,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Dharmasraya, Reno Lazuardi saat dihubungi awak media, Kamis (12/9).
Ia menyatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan instansi terkait lainya dalam memantau kualitas udara di daerah itu. Menurutnya disdik akan berpedoman pada data yang dikeluarkan dinas kesehatan sebelum mengambil kebijakan meliburkan proses belajar mengajar di Dharmasraya.
“Iya kebijakan meliburkan sekolah kita akan melihatnya data dari dinas kesehatan, sampai hari masih aman dan kabut asap juga belum terlalu,” pungkasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya, Eldison mengatakan akibat kabut asap yang menyelimuti Dharmasraya menyebabkan jarak pandang di daerah itu hanya sekitar 1.000 meter.
“Kondisi kabut asap sudah berlansung sejak berapa hari terakhir, jarak pandang mulai terbatas sekitar 1.000 meter,” ujarnya Rabu (11/9)
Ia mengatakan Kabupaten Dharmasraya secara geografis berbatasan dengan Riau dan Jambi, jadi kuat dugaan kabut yang menyelimuti daerah itu merupakan asap kiriman.
“Meskipun kebakaran lahan di Dharmasraya terjadi sebulan terakhir ini, saya rasa tidak dominan untuk menyumbang asap karena yang terbakar luasnya satu sampai lima hektare,” ujarnya.
BPBD Dharmasraya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait guna menyikapi kabut asap yang menyelimuti kabupaten Dharmasraya.
“Kita sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan, jika jarak pandang sudah di bawah 1.000 meter baru.(g)





