METRO PADANG

Perintis Kemerdekaan makin Macet  dan Semrawut, Yenni: Pelebaran Bukan Solusi

0
×

Perintis Kemerdekaan makin Macet  dan Semrawut, Yenni: Pelebaran Bukan Solusi

Sebarkan artikel ini

JATI, METRO – Jalan Perintis Kemerdekaan menjadi salah satu kawasan padat, semrawut dan rawan macet. Banyaknya fasilitas umum, perkantoran hingga beberapa kampus atau universitas berdiri di sana, membuat kawasan tersebut selalu dipadati kendaraan.
Kemacetan bahkan diperparah, karena di Jalan Perintis Kemerdekaan merupakan jalur angkutan kota (angkot). Belum lagi, banyaknya kendaraan yang parkir di tepi jalan membuat ruas jalan makin sempit saja.
Pantauan POSMETRO, kemacetan paling terparah terlihat pada jam-jam sibuk. Seperti pagi hari, siang saat jam makan siang. Serta sore hari saat banyak masyarakat yang keluar kantor hendak pulang.
“Seharusnya memang segera diperlebar. Karena dari dulu saya sempat baca di koran, bagian atas saluran yang di tengah akan dibeton agar jalan menjadi lebar,” sebut Syawal (40) salah seorang warga, Senin (9/9).
Ide membeton saluran itu, menurutnya cukup bagus juga karena Pemko tak perlu melakukan pembebasan tanah. Apalagi sisi kiri dan kanan jalan sudah padat.
Warga lain, Susi (45), berharap ada sikap dari pemerintah kota untuk mengatasi kemacetan Jalan Perintis Kemerdekaan. Di kawasan itu menurutnya banyak bangunan publik yang mengundang banyak orang untuk berkunjung. Seperti RSUP M Djamil Padang, Kampus Kedoteran Unand, dan beberapa sarana pendidikan serta kesehatan lainnya.
“Setidaknya dengan berbagai alasan itu jalan itu bisa dilebarkan menjadi beberapa lajur,” katanya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Kota Padang Yenni Yuliza, mengatakan tindakan yang diperlukan untuk mengurai kemacetan di Jalan Perintis Kemerdekaan, bukan pelebaran. Melainkan adalah penertiban berbagai persoalan di sana. Seperti parkir liar, pedagang yang berjualan di badan jalan.
“Pelebaran bukan solusi. Ada banyak aspek yang menyebabkan kemacetan di sana. Jadi itu yang harus diurai,” katanya.
Dengan berbagai penertiban itu, ia yakin Jalan Perintis Kemerdekaan menjadi lebih lapang. Apalagi saat ada banyak rumah sakit di Kota Padang. Dengan begitu konsentrasi orang untuk berkunjung ke rumah sakit  yang ada di jalan Perintis Kemerdekaan akan berkurang.
 Sementara, Anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial mengatakan bahwa  Pemko Padang perlu meniru langkah Pemko Surabaya yang bisa memanfaatkan saluran drainase sebagai jalan tanpa mengganggu aliran di bawahnya.
“Coba contoh di Kota Surabaya. Di bawah jalan itu ada saluran. Airnya tetap mengalir. Tapi di atasnya ada jalan,” kata Politisi Partai Gerindra ini.
Sebagai anggota DPRD, dirinya sebut  Budi sangat mendukung jika jalan itu diperlebar. Sehingga lalu lintas menjadi lancar. (tin)