METRO SUMBAR

Iven Bertaraf Internasional, Sawahlunto Songket Silungkang Carnaval (SISSCA), Fashion Songket Mempesona

0
×

Iven Bertaraf Internasional, Sawahlunto Songket Silungkang Carnaval (SISSCA), Fashion Songket Mempesona

Sebarkan artikel ini

WARNA WARNI keberagaman Desain Songket Silungkang ditampilkan oleh lebih dari 100 tim di Kota Tua Sawahlunto pada iven bertaraf Internasional, Sawahlunto Internasional Songket Silungkang Çarnaval (SISSCA), Minggu (8/9) Ribuan masyarakat yang hadir seolah terpana dan terdiam melihat keindahan berbagai Fashion Songket yang dikenakan para model. Pasalnya tak hanya warga Indonesia, Iven tersebut juga melibatkan warga luar negri yang mengenakan songket Silungkang.
SISSCA ke 5 tersebut mendapat pujian dari Mendikbud Muhadjir Effendy yang turut menyaksikan langsung, dikatakannya bahwa SISSCA ini merupakan kreatifitas Sawahlunto dalam memberikan nilai tambah atau branding pada Songket Silungkang. “Era industri 4.0 sekarang ini kita dalam kompetisi yang sangat menantang, maka setiap produk yang ditawarkan ke pasar harus ada branding, harus ada unique selling – nya, sehingga butuh daya kreatif dan inovatif dalam mengelola itu,” katanya dalam sambutan.
SISSCA ini termasuk dalam daya inovatif Sawahlunto, lanjutnya, untuk membranding dan mempromosikan Songket Silungkang “Bagus sekali, publik jadi tahu bahwa Songket Silungkang dari Sawahlunto ini selain kaya dengan sejarah dan budaya juga sangat indah sekali saat didesain sedemikian rupa dalam beragam pola busana,” kata Muhadjir Effendy.
Ditambahkan Muhadjir, memang harus seperti itulah daerah dalam melestarikan sekaligus menjual prospek kekayaan produk lokal. Jangan sampai produk lokal kalah bersaing karena tidak ada sentuhan kreatifitas dan inovasi.
“Songket Silungkang ternyata juga telah masuk dalam warisan budaya tak benda nasional. Ini semakin memperkuat unique selling yang dimilikinya. Sehingga sekarang, agar pemasaran Songket Silungkang ini bisa memberikan manfaat lebih besar bagi pengrajin/penenun maupun penjahit dan penjual di toko – toko, memang kerja keras Pemko Sawahlunto bersama masyarakat dalam meningkatkan prospek daya jual maupun promosi Songket Silungkang tersebut,” ujar Muhadjir.
Sebelum arak – arakan karnaval parade peserta SISSCA tersebut, Dirjen Merek Indikasi Geografis Kementerian Hukum dan HAM RI menyerahkan Sertifikat Indikasi Geografis untuk Songket Silungkang.

Walikota Sawahlunto Deri Asta menyebutkan bahwa Songket Silungkang ini merupakan warisan mahakarya leluhur Silungkang yang terus dilestarikan sampai sekarang.
“Bagi kami, ini bukan sekedar kain biasa. Songket Silungkang punya nilai kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa. Kini, kami mengupayakan agar nilai potensi ekonomi Songket Silungkang ini juga semakin meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat penenun maupun penjual Songket Silungkang tersebut,” kata Deri.
Memanfaatkan kedatangan Mendikbud Muhadjir Effendy tersebut, Walikota Deri Asta juga menyampaikan harapan agar Mendikbud serta jajaran tamu nasional lainnya yang hadir dapat turut membantu mempromosikan Songket Silungkang. “Kami merasa sangat senang dan terhormat, apabila pak Menteri dan tamu – tamu kita dari pusat ini membeli Songket Silungkang dan memakainya di acara – acara di Jakarta nanti. Semoga dengan bantuan promosi dari bapak dan ibu itu, mimpi kami agar Songket Silungkang juga dipakai secara nasional seperti halnya batik dapat terwujud,” harap Walikota Deri Asta.
Untuk kegiatan karnaval SISSCA 2019 tersebut, tercatat ada sejumlah kategori, seperti ; umum dalam kota, umum luar kota dan pelajar SMP dan SMA dalam kota. Dengan total lebih dari 100 tim.

Kepala Dinas Kebudayaan, Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah (DKP2B) Sawahlunto Halomoan mengatakan bahwa dalam setiap tim, umumnya terdiri dari 5 sampai 7 orang. “Untuk kategori eksibisi, itu yang tadi dimeriahkan dengan tim dari mahasiswa asing di Unand, mereka dari bermacam – macam negara, seperti ; Jepang, Korea, Thailand, Hamburgh dan lainnya. Kemudian juga ada tim dari negara tetangga kita, yakni Malaysia,” tambah Halomoan.
Kemudian, peserta paling ramai tentu saja dari dalam kota, dimana seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sampai Pemerintahan Desa (Pemdes) terlibat berpartisipasi. Memeriahkan dan membantu promosi SISSCA, seperti tahun sebelumnya, juga digelar lomba foto dan lomba video. Dari data yang diperoleh, setidaknya sudah lebih dari 200 peserta yang mengikuti lomba foto dan video tersebut. (*)