BERITA UTAMA

Meja Biliar Berujung Maut

0
×

Meja Biliar Berujung Maut

Sebarkan artikel ini

istimewa
SOLOK, METRO–Saat tengah asyik tertawa, tanpa alasan yang jelas dua orang pemuda langsung terlibat perkelahian di tempat biliar. Salah seorang diantaranya meninggal dengan luka tusukan di dada kiri. Sepele memang, keduanya sama-sama memiliki dendam lama dan harus diselesaikan dengan taruhan nyawa hanya karena ejekan.
Informasi dihimpun POSMETRO, belum jelas motif pasti di balik perkelahian yang terjadi di tempat biliar, Senin (25/1) malam, di Nagari Koto Anau tersebut. Hengki (32), pemuda asal Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok ini tewas dengan tusukan senjata tajam di bagian dada kiri. Sementara, pelakunya yang bernama Andri (21) yang juga warga Koto Anau ini, terpaksa mendekam di balik jeruji besi Mapolres Solok Arosuka untuk mempertanggungjwabkan perbuatannya.
Dari keterangan sejumlah saksi, perkelahian antara pelaku dan korban ini tidak disangka sama sekali. Awalnya, pelaku dan korban terlihat tengah bermain biliar dan saling tertawa. Namun, entah apa penyebabnya, antara pelaku dan korban terjadi perang mulut. Cekcok mulut yang terjadi antara korban dan pelaku ini terus berlangsung hingga keluar dari tempat biliar.
Akhirnya, pertengkaran antara keduanya memuncak hingga berujung pada perkelahian dan saling baku hantam. Tidak lama berselang, Hengki terlihat rebah dan terkapar di tanah dengan luka tusuk senjata tajam di bagian dada kiri. Melihat korbannya terkapar, pelaku yang juga menderita luka di bagian kepalanya sempat menghilang meninggalkan lokasi kejadian.
Namun, malam itu juga, pelaku yang mengaku takut atas perbuatannya berhasil dijemput petugas di rumah temannya di daerah Bukit Sundi. Sementara, warga yang melihat kejadian itu mencoba menyelamatkan nyawa korban dengan melarikannya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Namun, setibanya di RST Solok, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Informasi dirangkum di Mapolres Solok, malam itu antara korban dan pelaku memang tengah bermain biliar sambil tertawa. Namun, dipicu suatu persoalan pada malam itu dan saling ejek, korban dan pelaku pun sama-sama tersulut emosi yang kemudian berujung pada perkelahian.
Namun, saat ini petugas masih mendalami motif di balik perkelahian yang berujung pada tewasnya korban, termasuk kepemilikan senjata tajam yang dipergunakan pelaku. Ditambah lagi dengan keterangan dari sejumlah orang yang saat itu melihat perkelahian keduanya. Tapi, sejauh ini tersangka mengakui perbuatannya dan menyesal.
Kapolres Solok AKBP Reh Ngenana melalui Kasat Reskrim AKP Budi Satria terkait kasus perkelahian yang berujung pada kematian korban mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan. Pelaku berhasil ditangkap petugas tidak lama setelah kejadian dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.
”Dia sudah diamankan. Usai membunuh korban, tersangka kabur ke tempat temannya. Kami dapat informasi tersebut dan langsung menangkapnya tanpa perlawanan,” tutur Kasat.
Sakit Hati Dipukul Stik
Sementara itu, pengakuan pelaku, sebelum menusuk korban dengan pisau, dirinya juga sempat dipukul oleh korban dengan tongkat biliar yang mengakibatkan kepalanya mengalami luka. Selain itu, di antara mereka berdua juga pernah ada masalah yang dulunya tidak pernah terselesaikan.
”Saya baru menusuknya setelah dia duluan yang memukul kepala saya pak. Stik biliar itu dilayangkan ke kepala saya hingga berdarah,” jelasnya. (vko)