METRO PADANG

Rencana Koridor IV-Bypass Trans Padang Terancam Batal Merayap

0
×

Rencana Koridor IV-Bypass Trans Padang Terancam Batal Merayap

Sebarkan artikel ini

MATOAIA, METRO – Target Pemko Padang untuk mengoperasikan bus Trans Padang pada tahun ini terancam batal. Hingga sekarang, fisik pembangunan halte belum juga dimulai karena masih dalam proses tender. Sementara waktu sudah semakin mencapai deadline.
”Walaupun agak sulit dan waktunya sudah mepet, kita tetap berupaya agar bus Trans Padang bisa beroperasional pada penghujung tahun ini. Karena anggaran operasionalnya telah dianggarkan,” sebut kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang Dian Fakri, Jumat (6/9).
Ia mengatakan, saat ini proses tender masih berjalan. Jika sudah ada pemenangnya nanti, maka pengerjaan baru bisa dilakukan. Namun, minimal proses pengerjaan fisik tetap memakan waktu selama dua bulan.
Artinya, jika pengerjaan dimulai pada akhir September ini, maka selesainya pada akhir Desember. Dengan begitu tidak akan ada lagi kesempatan untuk lelang penentuan perusahaan pengelolanya. Karena proses lelangnya juga akan memakan waktu.
”Kita bingung juga melihat ketersediaan waktu. Apakah bisa kita operasionalkan tahun ini,” sebut Dian lagi.
Namun, pernyataan itu bisa saja terjawab, jika perusahaan pemenang tender fisik mau bekerja siang dan malam mengejar target pembangunan 34 halte yang didanai APBD senilai Rp400 juta. Di samping itu, agar Trans Padang bisa dioperasikan tahun ini, perlu penambahan halte sebanyak 42 halte lagi yang diharapkan dari dana CSR perusahaan.
”Mana tahu nanti kontaktornya bisa bekerja siang malam menyelesaikan 34 halte itu. Kemudian sisa sebanyak 42 lagi, dibangun pihak pihak swasta yang telah kita surati. Karena kebutuhan halte disepanjang Bypass mencapai 72 titik,” katanya.
Saat ini menurutnya, sudah ada 10 unit Trans Padang bantuan dari pusat yang sudah distanby-kan untuk diopersionalkan pada koridor By Pass. Namun belum bisa merayap (dioperasionalkan – red).
4 Koridor bakal Memakai Bus Rendah
Ditambahkan Dian, jika nanti telah dioperasionalkan di sepanjang Bypass, berarti sudah ada dua koridor yang terisi. Yakni, koridor 1 dan 4. Sementara, koridor selanjutnya, akan diisi oleh bus bus rendah. Yakni, koridor II melayani rute Pasar Raya ke Bungus, koridor III dari Pasar Raya ke Aiapacah
Kemudian, koridor V melayani rute Pasar Raya ke Indarung dan koridor VI untuk rute Pasar Raya–Limau Manis Kampus Unand. Perbedaan busnya, sebut Dian, bahwa di empat koridor itu akan memakai bus rendah sehingga tak memerlukan halte untuk menurunkan penumpang. Halte hanya untuk duduk dan berteduh bagi penumpang.
Meski demikian, sopir tak boleh menurunkan penumpang sembarangan. Mereka harus menurunkan penumpang pas di depan halte (tempat pemberhentian) yang bakal ditetapkan nantinya.
”Kita bakal melibatkan para pengusaha angkutan untuk membelinya. Ada 157 unit bus yang dibutuhkan untuk mengisi empat koridor tersebut.
Kita beri mereka rekomendasi untuk meminjam ke bank guna membeli bus trans Padang model rendah ini. Harga satu unit busnya sekitar Rp700 juta,” sebut Dian lagi.
Rencana ini sebut Dian, ditargetkan mulai berjalan tahun besok. Untuk mengawalinya, dilakukan pemasangan pancang tempat pemberhentian bus pada 2020 nanti.
Pancang itu adalah cikal bakal dibangunnya halte. Jika keuangan Pemko belum mencukupi, maka halte akan segera dibangun sebagai tempat duduk dan berteduh. Tapi jika dananya belum ada, sopir diharuskan menurunkan penumpang pada pancang pancang yang telah ditentukan nantinya. (tin)