ADINEGORO, METRO – Setelah rencana kenaikan iyuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada awal tahun nanti, berhembus kabar yang kurang sedap tentang rencana subsidi listrik pelanggan golongan 900 VA juga turut dicabut oleh pemerintah. Hebohlah negeri.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menegaskan bahwa kebijakan itu harus dievaluasi kembali oleh pemerintah. “Karena memang 900 VA ini kan listrik yang benar-benar dipakai oleh rakyat bawah ya. Tentu akan menambah beban di masyarakat,” ujar Andre kepada wartawan, kemarin.
Anggota DPR RI asal Sumbar terpilih ini dengan tegas mengatakan, jangan sampai karena sudah menang Pemilu lalu, Presiden memberikan beban kepada masyarakat. Karena, sepanjang informasi kenaikan itu, Presiden Jokowi seperti menghilang dan menyerahkan kepada pejabat-pejabat terkait saja.
“Seharusnya pemerintah harus berpikir ulang kembali jangan malah menambah beban kepada masyarakat. Bayangkan saja wacana BPJS naik, listrik juga mau dinaikin. Lalu kita tau pemutusan hubungan kerja (PHK) tambah banyak. Kalau dibiarkan, tentu akan semakin sengsara nasib rakyat Indonesia,” kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra ini.
Andre juga berharap, Presiden Jokowi kembali berpikir matang-matang, apakah sudah layan menaikkan iyuran BPJS dan tarif dasar listrik. Apalagi sekarang di daerah-daerah sedang kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi jenis premium. “Seharusnya Pak Presiden ingat kembali janji-janjinya untuk menyejahterakan rakyat saat kampanye. Sekarang kan sudah menang, harus dibuktikan,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ni.
Untuk diketahui PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan, sesuai keputusan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), subsidi listrik untuk golongan 900 Volt Amper (VA) dicabut. Imbasnya tarif listrik pelanggan dipastikan akan naik.
Saat ini pula jumlah pelanggan dengan daya 900 VA mencapai 27 juta. Angka tersebut meningkat dari jumlah sebelumnya kerena setiap tahun pelanggan baru 900 VA bertambah 3 juta. (*/r)





