BUKITTINGGI, METRO--Membayangkan tujuh tahun lagi masa tahanan yang akan dilalui, membuat Muzakir (50), narapidana LP Klas II A Bukittinggi di Biaro, Kecamatan IV Angkat, Agam nekat melarikan diri, Senin (25/1) sekitar pukul 15.45 WIB. Napi kabur setelah berhasil mengecoh petugas yang mengawal usai menikahkan anaknya di Banto Darano, Bukittinggi.
Kalapas Klas II A Bukittinggi Tomy K mengatakan, Muzakir tersangkut kasus narkoba jenis sabu dengan vonis selama sembilan tahun dan sudah dijalani selama 2,6 tahun. Informasi dirangkum POSMETRO, setiap napi punya hak diberi izin untuk keluar, seperti kematian dan menikahkan seizin dari Kalapas. Hal itu juga yang dilakukan Muzakir. Muzakir berangkat dari LP Kelas II A Bukittinggi sekitar pukul 08.00 WIB dengan tujuan pergi menikahkan anak kandungnya di Banto Darano, Inkorba Kelurahan Campago Guguk Bulek, Kecamatan MKS, Kota Bukittinggi.
”Untuk itu, pihak Lapas pun menugaskan pegawai LP yang berinisial ’AL’ dan dibantu oleh dua orang anggota Narkoba Polres Bukittinggi, yaitu Brigadir Seftiandra dan Brigadir Sony. Sebelum berangka dari LP, Brigadir Seftiandra menyuruh petugas Lapas ’AL’ untuk memborgol Muzakir, tapi di luar dugaan ’AL’ langsung menjawabnya bahwa Muzakir tidak perlu diborgol karena tidak akan melarikan diri,” jelas Tomy.
Setelah menikahkan anaknya sekitar pukul 10.00 WIB, Brigadir Sony menanyakan kepada ’AL’ sampai pukul berapa diantarkan ke Lapas. Dengan tenang, ’AL’ menjawab biasanya diberi toleransi sampai pukul 16.00 WIB. Sementara, di dalam surat jalan yang dikeluarkan Kalapas hanya sampai acara ijab kabul.
Lagi-lagi, petugas hanya bisa diam setelah ada jaminan pasti dari ’AL’. Selanjutnya, sekitar pukul 12.00 WIB, Brigadir Seftiandra mengajak ’AL’ untuk kembali ke Lapas, namun ’AL’ tetap memberikan toleransi sampai pukul 16.00 WIB. Maka, sekitar pukul 15.45 WIB di tengah berlangsungnya pesta, Muzakir langsung melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor. Hal itu membuat panik ’AL’ dan polisi langsung mengejar tersangka. ”Saat ini, pegawai LP dan anggota Sat Narkoba dibantu oleh Sat Intelkam Polres Bukittinggi melakukan pencarian terhadap napi,” pungkasnya. (wan)





