METRO BISNIS

Florikultura Indonesia 2019 Resmi Dibuka, Pertumbuhan Ekonomi Diharapkan Naik

0
×

Florikultura Indonesia 2019 Resmi Dibuka, Pertumbuhan Ekonomi Diharapkan Naik

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Florikultura Indonesia 2019 di Kota Padang resmi dibuka Jumat (6/9) di kawasan perkantoran Balai Kota Padang di Aiapacah. Acara ini dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud.
Kegiatan Florikultura Indonesia 2019 adalah kegiatan pameran tanaman hias yang diikuti oleh puluhan sentra tanaman hias se-Indonesia. Iven ini juga sekaligus ajang silaturahmi pengusaha bunga se-Indonesia.
“Dengan kegiatan ini, kita berharap semua pengusaha bunga yang ada di Padang dan sekaligus di luar Sumbar, untuk saling bekerja sama mengembangkan potensi yang ada,” sebut Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syaiful Bahri mengatakan, ajang ini diselingi temu bisnis dan seminar bersama Asosiasi Pengusaha Bunga Indonesia, Balai Penelitian Tanaman Hias, IPB, stakeholder dan beragam acara yang menarik.
“Kita dapat lihat dari sisi tujuan komprehensif akan mewujudkan kampung tematik Lumin Florist Village yang tidak hanya dibina oleh Pemko Padang, tapi juga oleh Pemprov dan Kementan serta Kemenko RI. Ini demi mewujudkan kerja sama kawasan bunga Sumbar dengan melibatkan enam kabupaten kota,” tukas Syaiful.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Musdalifah Machmud Florikultura mengatakan, iven ini dapat menjadi sektor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini hanya 5,1 persen. Namun, sektor Holtikultura khususnya florikultura sampai saat ini belum dapat termaksimalkan di Indonesia.
“Tidak membutuhkan area yang luas. Hanya dengan 125.000 hektare di seluruh Indonesia, memberikan kontribusi yang cukup besar, yakni sebesar 125 juta dollar,” terangnya.
Ia mengatakan, Indonesia juga memiliki jenis florikultura tropis terbanyak di dunia. Untuk dapat mengembangkan florikultura, tidak terlepas dari para peneliti dari perguruan tinggi dan ahli lainnya yang terus melakukan riset-riset dalam pengembangan bibit dan benih florikultura di Indonesia. Oleh sebab itu, para peneliti harus dijadikan orang yang terdepan dalam mengembangkan ini.
“Tanpa ada peneliti ini mustahil bisa membuat bibit dan benih bagus yang siap bersaing dan memasuki pasar global,” tandasnya.
Ia menambahkan, dengan kegiatan ini, bukti bahwa Indonesia sudah siap untuk menyediakan bibit dan benih yang bersaing di kancah internasional atau pasar global. Untuk dapat menembus kancah pasar global bukan merupakan hal yang tidak mungkin.
“Terima kasih kepada seluruh peneliti yang telah mau untuk bekerja melakukan riset-riset untuk pengembangan florikultura di Indonesia,” sebutnya.
Kota Padang, sambungnya, sudah mempunyai modal untuk dapat mengembangkan florikultura untuk sampai dan menembus pasar global. Sebab, Kota Padang bisa dikatakan sudah dikenal oleh dunia.
“Bisa dikatakan Kota Padang ini sudah terkenal, siapa yang tidak tahu rendang yang menjadi makanan terlezat di dunia. Ini seharusnya dapat dimanfaatkan oleh Kota Padang,” katanya. (tin)