METRO PADANG

165 Peserta Ikuti IC-ASEAN di Unand

0
×

165 Peserta Ikuti IC-ASEAN di Unand

Sebarkan artikel ini

LIMAUMANIH, METRO – Pusat Studi ASEAN Universitas Andalas yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (LPPM) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kemenlu menyelenggarakan International Conference on ASEAN (lC-ASEAN) di Convention Hall Unand, Kamis (5/9).
Sebagai konferensi internasional pertama di Universitas Andalas tentang ASEAN, kegiatan im mengangkat tema, “Toward Better ASEAN. Konferensi ini bertujuan untuk mengevaluasi, mendiskusikan beberapa isu penting dilingkup ASEAN dan menyediakan gagasan alternatif dari berbagai sudut pandang dan disiplin ilmu untuk mewujudkan ASEAN yang lcbih baik di masa depan.
lC-ASEAN mengundang tujuh keynote speakers, yaitu Riaz Saehu yang (Direktur Kerjasama ASEAN bidang Sosial Budaya), Dr. Nur Hassan Wirajuda (Menteri Luar Negeri Indonesia 2001-2009), Prof.Dr.Ir. Helmi, M.Sc (akademisi dari Universitas Andalas).
Riaz Januar Putra Saehu Director for ASEAN Sociocultural Coorperation memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Unand yang telah menggagas konferensi internasional tentang ASEAN.
“Ini kerjasama yang luar biasa, dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang ASEAN, kita akui masyarakat masih banyak tidak tahu relevansi ASEAN, pemahaman tentang ASEAN dan berbagai hal yang terkait ASEAN,” katanya.
Riaz juga mengatakan bahwa ada 57 pusat studi ASEAN yang aktif dan diantaranya adalah Universitas Andalas. “Dari 57 PSA yang aktif, namun Unand mau ikut serta, saya apresiasi sekali, dengan harapan tentu akan terus bekerjasama, bersama-sama kolaborasi, demi mewujudkan harapan kita yang menjadikan ASEAN yang relevan dan menikmati benefit dari ASEAN,” ujarnya.
Selain dari dalam negeri, IC-ASEAN juga mengundang beberapa pembicara dari beberapa negara, seperti Dr. Bruno Jetin yang berasal dari University Brunei Darussalam, Dr. Helena Varkkey dari University of Malaya, Dr. Kumar Ramakrishna dari S. Rajaratnam School of International Studies serta prof. Herman Joseph Kraft dari University Philippines Diliman.
Konferensi internasional selama dua hari ini dihadiri oleh 165 peserta dengan total abstrak penelitian yang akan dipresentasikan sebanyak 128. Peserta tersebut merupakan akademisi dari berbagai universitas negeri dan Swasta Indonesia serta Malaysia.
Pusat Studi ASEAN (PSA) Universitas Andalas juga mengundang beberapa peneliti dari Pusat Studi ASEAN lainnya yaitu dari Brunei, Taiwan, Thailand Singapura dan Jepang. Keberagaman latar belakang dari para akademisi ini diharapkan mampu memberikan beragam perspektif dan gagasan baru sebagai solusi atas permasalahan yang ada di ASEAN dan negara-negara anggotanya. (heu)