SAWAHLUNTO, METRO – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Sawahlunto H Adi Muaris menyebutkan, hingga sekarang Sawahlunto yang baru saja dinobatkan sebagai Kota Warisan Dunia (Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto) sedikitpun tidak tersentuh dengan isu rasisme yang dapat menghancurkan sendi-sendi kesatuan dan persatuan bangsa sebagaimana telah menimpa salah satu daerah di Indonesia.
Hal itu diungkapkan Adi Muaris yang juga Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Sawahlunto dihadapan peserta rapat koordinasi pengurus FKUB, Rabu (4/9).
“Alhamdulillah sejauh ini kita di Sawahlunto masih-masih aman-aman saja, semoga tetap bertahan,” ujarnya.Dihadapan anggota pengurusnya Adi menghimbau jajaran FKUB agar turut berperan menyampaikan pesan kepada masyarakat menjaga kerukunan antar umat beragama maupun dengan pemerintah.
Belajar dari kejadian isu SARA serta Rasisme yang telah mengusik kerukunan, Adi juga mengingatkan semua pihak menjaga setiap ucapan disampaikan dan jangan sekali-kali menganggap sepele.”Jaga ucapan kita, jangan dianggap apa yang disampaikan tidak mempengaruhi apa-apa,” pinta Adi.
Sementara, Intel Kepolisian Resort Kota Sawahlunnto mewakili Kapolres, Wahyu mengajak FKUB meredam isu-isu di tengah-tengah masyarakat yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selanjutnya untuk meningkatkan kerukunan umat beragama, FKUB Sawahlunto berencana akan melakukan sosialisasi tingkat kecamatan dengan menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat desa/kelurahan lalu setelah itu dilanjutkan kegiatan serupa untuk tingkat kota yang akan digelar di Hotel Ombilin.”Semua jenis kegiatan tersebut akan dituntaskan dalam bulan ini,” ujar Adi. (*/zek)





