AGAM, METRO – Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria membuka secara resmi Silek Art Festival (SAF) 2019, di Balai Raba’a Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya Rabu (29/8).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan tambua yang diikuti Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Sekda Agam dan Kadisdikbud Agam. Kegiatan itu dihadiri OPD, forkopimda, tuo silek Agam dan lima orang tuo silek dari Malaysia.
Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria mengatakan, geliat silek tradisi Minangkabau sejatinya harus dimaknai sebagai sebuah upaya masyarakat dalam mengembalikan kearifan dan jati diri. Sehingga sangat penting dibangkitkan kembali di tengah masyarakat, salah satu bentuknya dengan pelaksanaan Silek Art Festival (SAF).
SAF merupakan platform Indonesiana yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan ini dijalankan dengan konsep gotong royong dan memberdayakan ekosistem kebudayaan.
“Untuk itu, melalui SAF diharapkan dapat memperkuat silek sebagai warisan budaya Minangkabau yang menjadi sumber kearifan lokal dan nilai-nilai kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, SAF salah satu ajang bentuk kepedulian pemerintah kepada warisan budaya nusantara khususnya Minangkabau. Apalagi silek merupakan budaya yang lahir turun temurun sejak dahulu hingga sekarang.
Sejak kecil anak muda Minang khususnya laki-laki dibina dalam kehidupan surau. Di samping itu, guna pembekalan fisik dan mental diberikan pula ilmu bela diri seperti silek dan ketangkasan lainnya.
“Silek dengan latihan fisik yang berat mampu membentuk pribadi yang tidak gentar terhadap ancaman dan dibarengi beberapa ujian mental seperti kesabaran, kendali emosi dan berani menghadapi rasa takut,” sebutnya.
Kepala Disdikbud Agam, Isra selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menggalang dan menumbuhkan solidaritas antar sesama masyarakat penggiat dan pecinta seni tradisional, serta mendokumentasikan berbagai aliran silek tradisi yang ada di Agam. (pry)





